Thursday, April 08, 2010

Merlion Park & Orchard Road

Sama seperti orang Indonesia kebanyakan, hari pertama di Singapura kami isi dengan sightseeing ke Orchard Road dan juga Merlion Park. Sebetulnya kedua tempat ini sudah pernah kami kunjungi sebelumnya. Kebetulan setelah makan nasi lemak dekat Ali's Nest kami berjalan tanpa arah dan berlabuh di satu perhentian bus. Baca directionnya, akhirnya yah Orchard rd pilihannya.
O ya, kalau pertama kali ke Singapura sebaiknya membeli EZ Link Card untuk perjalanan dengan MRT/subway ataupun bus. Biayanya bisa lebih murah dibanding kita bayar cash diatas bus.

EZ link card bisa dibeli pertama kali seharga sgd 15 dengan nilai value sebesar sgd 10. Artinya yang sgd 5 bakalan hangus atau tidak bisa direfund kembali sebagai biaya kartunya. Kalau nilai valuenya sudah menipis dan kita masih ingin bepergian, EZ Link Card bisa di top up di General Ticketing Machine dengan nilai value minimum sgd 10 setiap isi ulangnya.
Sebaliknya bila kita sudah tidak mau menggunakannya lagi, nilai sisa kartunya bisa direfund dan uang kita dikembalikan. Semua transaksi bisa dilakukan di General Ticketing Machine. Perhatikan saja orang-orang bertransaksi di GTM's, mudah kok.
Anak-anak dengan tinggi diatas 90 cm harus bayar children fare, dan dibawah 90 cm masih gratis dengan catatan didampingi dengan yang adultnya.
Sebetulnya si Lukas mungkin sudah lebih dari 90 cm, tapi kami beli 2 card saja untuk bepergian ber-4 selama disana. Mungkin lebih dari 25 x kami naik-turun MRT ataupun bus selama disana, dan aman-aman saja (kartu kami sampai di top up 2 x masing-masing sgd 10).
Ticket fare berkisar antara sgd 40 cent sampai sekitar sgd 1.80 sekali jalan tergantung jaraknya. Coba aja mampir ke websitenya Singapore MRT untuk lebih detailnya.
Ada yang bilang kartu bisa digunakan sampai 5 tahun sebelum kadaluarsa, tapi saya tidak menemukan statement apa-apa di websitenya. Jadi saya berasumsi kartu berlaku lifetime, cuma mungkin valuenya akan menyusut karena inflasi kalau lama tidak digunakan.
Kemarin itu saya cek masing-masing kartu masih ada sisa value sekitar sgd 6.5, tapi saya putuskan dibawa pulang aja, sapa tahu tahun depan jalan-jalan ke Singapore lagi, jadi gak usah beli kartu lagi dan uang sgd 5 per kartu gak perlu hilang percuma, hehe...
Yang perlu diperhatikan adalah jangan coba-coba makan dan minum selama berada di MRT ataupun bus (juga di area stationnya) karena dendanya cukup besar dan kamera CCTV ada dimana-mana! Bisa berabe...!

Kembali ke Orchard rd, kenapa ya orang Indonesia suka sekali berlalu lalang di sana. Kalau belum ke Orchard sama aja belum ke Singapore. Tapi kok saya biasa aja dengan suasananya...
Cuma deretan mal-mal dengan pedestarian yang cukup lebar dan rimbunan pohon besar yang meneduhi para penikmat Orchard rd itu. That's all, yah tentunya dengan keluar masuk mal-malnya lah...
Kami kesana cuma iseng aja, karena on vacation sebelumnya cuma lewat sepintas tanpa masuk kedalam mal-malnya. Ya, kami cuma lihat-lihat saja, gak pake blanja-blanji! Sama seperti kesempatan kali ini juga, maybe next time kami belanja LV disana kalau ada yang menghibahkan Rp 24 M seperti yang diterima Gayus Tambunan si koruptor pegawai pajak itu (kebetulan si koruptor Gayus sedang berada di Singapura dan tertangkap pada hari dan tempat yang sama kami disana, food court Lucky Plaza, hanya timingnya yang berbeda hanya beberapa jam, jadi kami tidak bisa saling menyapa, hehe...)
O ya, dibawah Lucky Plaza atas referensi seorang teman, kami beli souvenir hiasan magnet untuk kulkas di toko "Lucky Gift Shop" yang memang sudah kami buktikan adalah yang termurah, lebih murah dari Mustafa Center ataupun Bugis Street. 6 pcs for sgd 10, sementara di Bugis atau Mustafa atau toko-toko sekitar toko murah ini hanya menawarkan 4 pcs for sgd 10. So, kami beli 6 pcs for sgd 10, sudah cukup! hehe...

Dari Orchard, setelah berlama-lama disana karena terjebak hujan, kami menuju Merlion Park, tempat patung kepala singa berbadan ikan maskot kota Singapore itu.
Kaki sudah mulai pegal round-round di Orchard, si Timmy sudah bosan dan mulai merengek-rengek menuntut untuk pergi ke Singapore. Ya, dia taunya si Merlion itulah Singapore, o ya dan juga zoo-nya!
Yah begitulah, kami akhirnya kembali menginjakkan kaki di Merlion Park, dan viewnya ternyata ada sesuatu yang berubah. Di kejauhan ada gedung yang sedang dibangun dengan bangunan yang berbentuk persis seperti kapal diatas 3 gedung yang menopangnya. Amazing! Apa sih maksudnya?
Saya bilang ke MamiLukas, kalau itu beneran kapal! In case terjadi tsunami melanda Singapore atau kiamat 2012 dan air laut naik sampai setinggi bangunan yang menopang kapal itu, maka kapal itupun bisa dilepaskan dan mengambang diatas air bah seperti cerita Noah Ship.
Maminya Lukas percaya! hehe...

Puas merhati-in tingkah para turis dari China mainland yang berlibur ke Singapore dengan tour guidenya yang membawa-bawa bendera di Merlion Park, kami lalu beranjak ke Bugis untuk mengenang tempat makan favorite kami selama kunjungan ke Singapore sebelumnya.
Berjalan ke City Hall station melalui lorong dibawah Esplanade si gedung durian, hanya satu station MRT sampailah di Bugis Village. Looking-looking deh disana (gak beli-beli) setelah itu makan dan beli durian Malaysia (sgd 2 untuk sebungkus plastic pack, lumayan lah...) untuk dinikmati di Ali's Nest sebelum mandi, hehe...

Para pekerja restoran di deretan bayview Merlion Park baca koran sebelum masuk kerja.

Air mancur didepan restoran itu.

Patung di deretan cafe-cafe bayview.



One Fullerton.


Si Merlion dengan aksinya.



Deretan pengantri taksi didepan Lucky Plaza.

Dibawah Lucky Plaza ada House of Condom, toko yang menjual segala accesories yang berhubungan dengan s*x.

Murid-murid sekolah Pelita Harapan sedang study tour ke Singapura.

6 pcs for sgd 10.

Di depan Ion Plaza, ada patung-patung seperti ini yang jadi tempat favorit untuk mengabadikan diri bahwa sudah pernah ke Orchard.

Pertama kali kami beli ice cream Walls ini di Orchard, sgd 1 per potongnya.
Seterusnya kami beli dimana-mana yang ada jual ice cream ini. Tapi hati-hati kalau belinya di Clarke Quay, karena bisa ditembak sgd 1.5, padahal cuma beda 50 meter darinya masih di Clarke Quay juga, harganya normal sgd 1!

Nih dia yang jual...

Ion Plaza, tempatnya butik-butik mewah seperti Prada ataupun LV (louis Vuitton).

To be continued...

2 comments:

nining handayanis said...

enak ya liburan ke singapore
kapan ya bisa kesana...

Kristin Tjong said...

Dari merlion ke orchard 1x naik mrt ya?