Showing posts with label Liburan Ke Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Liburan Ke Malaysia. Show all posts

Saturday, May 30, 2015

Weekend di Penang

23~25 Januari 2015, kami jalan-jalan, makan-makan di Penang. Ternyata area wisata utamanya gak terlalu luas ya, sekitaran Georgetown heritage aja. Bisa naik bus gratis untuk turis keliling Georgetown. Yang dilihat adalah bangunan-bangunan peninggalan eropa (Inggris lama disana) dan kota tua pecinaan aja. Oya, dan juga makanan-makanannya.. chinese food, malayan food, indian food, murah meriah gak berat dikantong kok untuk ukuran orang Indonesia kebanyakan.


Chime heritage, jalan kaki ke arah kanan hotel Tune Downtown Penang..



Kapitan Keling Mosque







Mural ini juga ada di lebuh Armenian..



Pijit golok, RM10


Kelihatan seperti pot bunga, tapi sebenarnya itu makanan! Bunga, pot, dan sendoknya dari plastik, yang lainnya bisa dimakan. Itu semacam cake dengan krimnya. Dibeli di acara car free day hari minggu pagi di Georgetown.


Selain Georgetown, tempat wisata lainnya yang sering dikunjungi adalah Penang Hill. sekitar 1 jam naik bus no.204 dari Komtar terminal, lumayan jauh..



Keretanya naik ke bukit dengan slope yang cukup tajam. Mirip seperti kereta ke The Peak di Hongkong, tapi yang di Penang keretanya lebih modern dan tempat duduknya sudah disesuaikan dengan kemiringan kereta, jadi gak berasa naik kereta miring. Kalau di Hongkong The Peak, tempat duduk kita juga miring, jauh lebih berkesan, dan keretanya juga lebih kuno.




Di Penang Hill ada tempat untuk gembok cinta. Dimana-mana kayaknya ada ya lokasi untuk gembok cinta.. gak tahu kalau di Indonesia adanya dimana..?


Kapal pesiar Sapphire Princess, kapalnya besaaar banget. Sekali tambat, ribuan turis dari eropa turun langsung memenuhi Georgetown yang kecil itu..
Dari kapal pesiar ini, turis tinggal jalan kaki aja ke pusat kota Georgetown!

Banyak mural-mural seperti ini di Georgetown

The team..


Nasi lemak

Rojak


Wanton mee

Roasted duck


Saturday, January 28, 2012

Melancong ke Melaka

Akhir tahun lalu kami liburan ke Medan menjenguk Opungnya anak-anak. Berhubung dapat tiket murah, saya sendirian sempatkan hunting foto ke negeri seberang, Melaka.
Beberapa tahun yang lalu kami pernah kesini dan saya masih penasaran dengan hasil foto-foto yang saya dapat. Masih belum puas... Ah, ternyata yang kali inipun sama saja... Cuaca mendung gak karuan, bikin mood motret jadi hilang. Ya sudahlah..
Dulu dari KLCC belum ada bus yang langsung ke Melaka, tapi sekarang sudah ada. Sekarang bukan cuma ke Melaka saja ada direct bus, tapi juga ketujuan-tujuan lainnya seperti Penang, Ipoh, dsb. Ada juga lho bus yang ke Genting direct langsung dari KLCC. Jadi gak perlu masuk KL dulu kalau memang tujuannya langsung to the point, ya kan...?
Dari KLCC ke Melaka cuma ada bus Transnasional. Harga tiketnya RM 22 sekali jalan. Waktu tempuhnya kira-kira 2 jam 10 menit sudah masuk di terminal Melaka Sentral. Waktu keberangkatannya dari KLCC on time sekali. Tapi saat pulangnya, dari Melaka Sentral menuju KLCC, bus itu molor 1 jam dari jadwal yang sudah ditentukan di tiketnya (saya beli tiket PP di KLCC).
Nah, dari Melaka Sentral, kita harus nyambung lagi ke China Town, tempat spot wisata utama di Melaka. Waktu itu saya naik town bus-nya yang rada-rada rombeng. Mumpung sendirian, coba-coba ah.. Bayarnya RM 1, turun pas di Stadtyush. Hehe... lumayan. Waktu tempuhnya cepat juga lho, kira-kira 15 menit sudah sampai di Stadtyush. Seingat saya waktu kunjungan per-1 dulu, kami naik taksi dari tempat yang sama ke Hotel Puri (gak jauh dari Stadtyush), kena RM 25. Harga taksi sepertinya sudah dipatok di Melaka Sentral itu untuk tujuan-tujuan yang umum para turis disana. Taksinya waktu itu pakai Mercy tiger tahun 80-an, hehe...
Trip kali ini saya go show aja datang ke Melaka, gak booking hotel terlebih dahulu sebelumnya. Hunting langsung aja disana. Disekitaran Melaka River banyak kok guest house yang murah-murah...
Saya dapatnya di Motel Sayang Sayang di dekat Jonker Street, spot utama turis di Melaka.
Setelah nego, dapatnya RM 130 untuk 2 malam kamar double bed yang lumayan bersih dan gak terlalu sempit, kamar mandi sharing. Ya sudahlah, karena sudah pegel juga jalan-jalan gendong tas dan sudah gak sabaran untuk mengeksplor Melaka, deal aja lah...
Tapi sebetulnya masih banyak lagi yang lebih murah dari motel ini lho. Saya sempat lihat ada yang rate-nya cuma RM 18 saja untuk bunk bed guest house di pinggir Melaka river (sekamar rame-rame ya...). Happy hunting deh, hehe...

Ada yang berbeda sepertinya di Melaka River... Bangunan-bangunan disini sudah dicat mural painting warna warni. Jadi kelihatan mencolok sekali. Tapi saya kok jadi kurang suka suasananya ya. Jadi gak terkesan kuno lagi. Ya, apa boleh buat deh...
Oya, kemarin itu hampir 1 kota Melaka sudah saya kelilingi ya... saya rental bicycle seharian dari pagi sekali sampai malam sekali, RM 30. Lumayan lah, dari pada betis jadi sekeras beton...
Asyik juga round-round 3 hari 2 malam di Melaka, hehe...
Oya, pulangnya naik bus Panorama (bus 3/4 berwarna merah) dari depan Stadtyush menuju ke Melaka Sentral, RM 2. Busnya ber-AC dan lebih nyaman. Sepertinya memang bus ini khusus untuk para turis, tapi aktualnya sih siapa saja boleh naik. Yang harus di note; bus Panorama ini trayeknya putar-putar kemana-mana gak jelas deh, sebelum dia menuju ke Melaka Sentral. Saya naik dari Stadtyush sampai ke Melaka Sentral, waktunya habis dijalan 1 jam pas! Waduh, padahal sebetulnya itu gak terlalu jauh lho... saya sudah buktikan kok dengan naik sepeda, hehe...
Kalau mau naik bus Panorama ini, sebaiknya tunggu/naiknya di dekat gereja Methodist di ujung Jonker street aja deh. Itu letaknya diujung satunya lagi Jonker street kalau kita berjalan dari Stadtyush. Tapi bisa betul-betul menghemat waktu. Naik dari Methodist church itu ke Melaka Sentral mungkin cuma makan waktu 15 menit aja. Bayangkan, padahal Stadtyush dan Metodist church itu sama-sama berada di area yang sama, China Town! 45 menit cuma putar-putar aja gak karuan...!


Motel Sayang Sayang

A Famosa rice ball, RM 7

Melaka river










Christ Church di Stadthuys

A Famosa

Ruins of St. Paul Church


Queen Victoria fountain





Kampung Morten


Makam Hang Jebat. Kalau makam Hang Tuah tidak diketahui dimana sampai sekarang...

Kampung Keling Mosque




Sultanate watermill

Bangunan baru tapi antik dan keren didepan Hotel Puri


The Geographer cafe





Cheng Hoon Teng Temple



Melaka thrisaw