Thursday, December 03, 2009

Jalan-jalan ke Kuala Lumpur

Day-2, November 27' 2009
Menikmati kota Melaka yang antik itu sepertinya gak cukup kalau hanya 1 hari saja. Jadinya serba terburu-buru ngejar target supaya bisa banyak tempat dikunjungi, tapi kalau bawa anak-anak...wah repot..!!
Ya begitulah, kami jadinya hanya "pusing-pusing" sekitaran Jonker Street, A Famosa, Christ Church, menyusuri Melaka River, dan memasuki jalan-jalan di rumah-rumah tua peranakan (chinese) yang membawa suasana ke masa jadul...
Melaka, highly recommended untuk gambaran kehidupan pecinaan tempo dulu, mencari ketenangan, dan hunting foto tentunya. Bangun pagi subuh-subuh, bawa kamera, menyusuri sungai Melaka, sinar matahari miring pagi hari, wow...photo hunting deh.
Cape jalan-jalan, mampir aja di rumah makan chinese yang baru buka pagi hari untuk minum dan sarapan, pasti anda dilayani sangat istimewa karena dianggap bawa hoki hari itu, hehe...

Tidak terasa waktu mengeksplor kota Melaka habis sudah dan kami harus sudah sampai di terminal Melaka Sentral pukul 1 siang untuk kembali ke Kuala Lumpur. Tiket kemarin yang kami beli sudah terjadwal jam 1 siang, dan kami tahu kalau bus Delima Express sangat tepat waktu. Jadi tidak boleh terlambat, kalau tidak tiket akan hangus!
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 pagi waktu setempat (o ya, perbedaan waktu antara Jakarta dengan Kuala Lumpur atau Melaka adalah 1 jam. Kalau Jakarta jam 10, berarti KL jam 11), kami belum juga makan siang! Mengingat perjalanan Melaka-KL nanti akan menghabiskan waktu 2 jam, jadi harus cari restoran buat makan siang, kasihan anak-anak.
Pagi tadi sih anak-anak n' emaknya sudah sarapan pagi di Hotel Puri, sementara saya hunting foto. Katanya sih menu sarapannya lumayan beragam dan rasanya lumayan enak.
Kalau bawa keluarga, menginap di Hotel Puri is highly recommended-lah...kalau sendiri atau jalan dengan orang dewasa aja, masih banyak hotel yang lebih murah dan strategis gak jauh-jauh dari Hotel Puri.

Akhirnya kami berlabuh di Jonker Street Chicken Rice Ball untuk makan siang, total yang dikeluarkan RM 26.9= Rp 75.500,-
Selesai makan, kembali ke hotel. Beres-beres, mandi, dan check out. Waktu sudah jam 12:30, wah...!
Tadinya mau coba naik bus dalam kota ke terminal Melaka Sentral buat ngirit, paling cuma bayar RM 2 untuk 4 orang, tapi waktunya sudah mepet sekali. Tanya resepsionis untuk order taksi, katanya 15 minits baru datang, walah...
Langsung gerak cepat keluar hotel, langkah seribu, cari taksi di jalan! Dari hotel sambil jalan cepat kearah stadhuys waiting for taksi yang lewat, eh gak ada... mana jalan mulai macet lagi, berhubung itu hari libur long weekend lebaran haji, jadi banyak turis lokal maupun manca negara yang lalu lalang dijalanan, wah berabe nih...
Akhirnya kami dapat taksi di Stadhuys, supirnya bapak-bapak India, nawar mulai Rm 7 gak dikasih juga sampai kami nyerah di RM 15. Sepertinya naik taksi jauh dekat di Melaka ya minimal di RM 15 itu...
Kasih tahu ke bapak supir kalau kami ngejar jam 1 siang untuk jadwal bus ke KL, dan kami sudah beli tiketnya kemarin, wah beliau langsung kelimpungan lihat-lihat jam dan tancap gas sampai mentok, hehe...cool!!
Mendekati terminal, pak supir kasih tahu kalau sebaiknya kami turun diluar pagar terminal supaya bisa lebih cepat berlari menuju ke bus, karena kalau taksi masuk terminal prediksi dia kami akan terlambat karena harus memutari jalan, melewati lampu merah dan kami akan menyesal seumur hidup karena tiketnya bakalan hangus dan harus beli lagi, itupun kalau ada...karena ya itu tadi, hari itu adalah lebaran haji, mungkin banyak orang yang ke KL. Hii..ii...
Turun deh kita diluar pagar Melaka Sentral, jalan cepat ke arah bus yang dari jauh sudah kelihatan nongkrong disitu. Sampai di bus, pukul 1 kurang five minits (logat malaysia), aman deh..lapor masuk bus, ternyata busnya kosong, hanya 14 orang saja saya hitung termasuk si Lukas & Timmy. Minta ijin mau beli air mineral dulu, dikasih tapi gak boleh lama-lama. Hanya 14 orang penumpang, busnya (Delima Express) pukul 1 lewat 5 minits sudah bergerak ke arah KL.

Junior backpacker mejeng di ruins of St. Paul Church

Ruins of St. Paul Church

Brothers

Another view of Melaka's street
Old bike in BW

Threeshaw

Kira-kira 2 jam, sampai deh di KL, antri memasuki terminal Pudu Raya sebelum hotel Swiss Garden. Bilang ke supir busnya, kalau kami mau ke arah jalan Bukit Bintang need his advise, eh kita disuruh turun aja disitu karena jalan Bukit Bintang cuma nyebrang jalan aja dari bus yang berhenti saat itu. Yup, itu dia plangnya; Jalan Bukit Bintang!

Tanya-tanya orang sekitar situ ke arah apartemen KL Plaza Suite (orang-orang tahunya KL Plaza), ke apartemennya Riyani Wong yang sudah kami booking jauh-jauh hari dari Jakarta. Yah kira-kira 400~500 meter dari ujung jalan BB tadi. Ah, jalan kaki aja lah, ngirit!! hehe...
Jadilah kita backpackers sejati yang jadi pusat perhatian di jalan Bukit Bintang sore itu...masing-masing bawa backpack di punggungnya kecuali si Timmy yang duduk manis di stroller yang gw dorong sampai ke unit apartemen.

KL Plaza itu adanya di depan hotel Grand Millenium atau Pavilion Plaza. Tapi kondisinya sangat mengenaskan, sedang dipugar karena sudah tua, dibongkar dengan alat-alat berat. KL Plazanya ditutup kecuali masuk ke condo atau apartemennya, itupun melalui jalan darurat yang sempit, wah gimana ini...
Lapor disecurity dulu, trus naik ke lantai 7, ke unit yang dituju, eh gak terkunci jadi kami bisa masuk ke apartemennya (tapi semua kamar terkunci, hanya menunggu di ruang tamu). Trus SMS kalau kami sudah sampai, gak berapa lama kemudian maidnya datang deh...
Maidnya orang Indonesia, dari Lampung, langsung menggiring kita ke room yang sudah disediakan. Eh kok, dikasih kamar biasa yang tanpa kamar mandi didalam? Padahal di mind saya adalah kami booking 2 malam untuk kamar master yang ada kamar mandi di dalam. Piye iki...?!

SMS SMS-an deh, mbak Riyani Wong menjelaskan kalau saya sudah deal untuk 1 malam kamar biasa dan 1 malam kamar master. Belakangan saya cek kembali, ternyata memang benar begitu adanya.
Tetapi masalahnya mbak Riyani Wong meminta uang transfer yang sudah saya bayar lunas seharga 2 malam kamar master, RM 110 x 2= RM 220. Rate normalnya sih RM 95 per malam untuk kamar master maksimal 2 orang. Kelebihan orang, dia minta tambahan RM 15 per orang. Sehubungan saya bawa 2 anak balita, disepakati untuk kami berempat bayar RM 110 per malamnya kamar master itu. Saya bayar yang RM 220 itu sesuai yang dia minta untuk kamar master 2 malam dong...?!!

Saat transfer uang (ke rekening BCA.nya dengan kurs rupiah; mbak Riyani Wong katanya memang orang Indonesia), saya selalu memastikan bahwa uang transfer itu adalah untuk booking kamar master selama 2 malam.
Apa boleh buat jadinya begitu, kamar yang ada adalah yang biasa untuk 1 malam, dan 1 malam lagi dapat yang master room. Kamar-kamar yang lain sudah penuh dibooking orang lain.
Diapartemen itu sendiri ada 4 kamar dengan hanya 1 kamar yang ada kamar mandinya didalam.
Jadi 3 kamar biasa yang lain harus sharing bathroom.
Dari awal saya browsing mengenai apartemen Riyani ini, memang saya lebih prefer pakai yang master room karena bawa anak-anak, reviewnya kalau pakai yang sharing bathroom; kondisinya agak jorok, berantakan, dan antri karena dipakai bersama penghuni 3 kamar lainnya.
Setelah berdebat melalui SMS, akhirnya melalui maidnya, uang kami dikembalikan sejumlah RM 20. Ya sudahlah...

Segera mandi, mumpung penghuni lain gak ada...selesai, langsung keluar menuju Twin Tower.
Karena Twin Towernya sendiri sudah kelihatan dari depan Pavilion Plaza, kami putuskan coba jalan kaki sambil lihat-lihat menuju kesana. Ternyata gak terlalu jauh kok, enjoy sight seeing di jalan, sampai deh di Twin Tower.
Cuaca memang agak mendung, n' gak berapa lama disana turun hujan...
Jadi kita masuk ke Suria KLCC, mall dibawahnya Petronas Twin Tower itu menunggu hujan reda. Waduh, bahaya deh kalau bawa emak-emak masuk ke mall! Bener kan...belanja deh dia!
Dengan alasan ada diskon 50%, RM 22.5 lepas deh dari kocek buat beli sepatu Vincci yang katanya gak ada di Indonesia, halah...??! Capek deh...
Ini pelanggaran serius untuk hukum para backpackers; no shopping!!

Jalan masuk darurat ke KL Plaza apartment

Ruang tamu apartemen Riyani Wong di Lt. 7
(selalu temaram siang dan malam)

View keluar dari kamar biasa, sharing bathroom, RM 90 semalam (dengan 2 anak kecil)

Kamar master, kamar mandi didalam, RM 110 (dengan 2 anak kecil).
Sebetulnya sepanjang jalan Bukit Bintang ada beberapa hotel yang cukup representative kelihatannya untuk bawa keluarga, dengan iklan harga room double bed sekitar RM 60~RM 90. Didekat Pudu Raya dan juga sekitaran China town Petaling street, banyak juga hotel kelas backpacker sampai yang agak lumayan dengan harga yang murah mulai RM 30.
Jadi penilaian saya untuk apartemen mbak Riyani Wong not so recommended lah mengingat kondisi vs harganya. Nilai plusnya hanya lokasinya yang strategis di depan Pavilion Plaza dan ada kolam renangnya yang bisa dipakai gratis.
Tapi kami gak sempat ada waktu untuk berenang di Kuala Lumpur, jadi kamar praktis hanya dipakai untuk tempat tidur dan mandi saja. Pagi sudah keluar dan malam baru balik lagi.
Berbeda dengan Hotel Puri di Melaka yang punya nilai historis dan antik juga bersih, its worth it.

Pool view dari kamar master lt. 7

Electric socket di Malaysia.
Tips, kalau sering jalan keluar negeri, lebih baik investasikan untuk membeli "universal electric socket" yang bisa digunakan untuk adaptor colokan listrik diseluruh dunia. Tempo hari saya beli seharga Rp 32 rb.

Mejeng di Twin Tower



Teksi bermeter

The twin tower reflection

Air mancur di halaman Twin Tower

Narsis mode on

Lukas & Timmy

Turis-turis dari Taiwan dan China mainland rata-rata pada rese...tukang nyerobot, gak mau antri, kita udah ngeker-ngeker kamera eh dianya cuek aja di depan lensa kita.
Tapi yang ini kelihatannya cool...!

Selesai hujan reda, hunting foto lagi disekitaran Twin Tower, trus pulang coba-coba nawar taksi ke KL Plaza mulai RM 5 (maksimum RM 7), eh tukang taksi gak ada yang mau, minimum RM 10 mintanya. Ah, emang gw pikirin, let's get the bus!
Gak jauh didepan Twin Tower ada halte bus. Dorong stroller kesana n' tanya-tanya orang naik bus nomer berapa ke KL Plaza? Bus no. B103, Rapid KL warna merah! Naik deh, cuma diminta RM 2 untuk kami ber-4, turun persis di depan KL Plaza, hehe...busnya nyaman, lebih nyaman dari taksi Kuala Lumpur yang rata-rata pakai mobil Proton model lama. Busnya persis seperti bus di Jepang yang pernah saya naiki, bahkan sistem pembayarannya juga; bayar pada saat naik, gratis turunnya. Hanya berhenti di halte-halte yang sudah ditentukan, dan cuma ada supirnya, gak ada kenek. Persis seperti di Jepang!
Tapi itu bus yang Rapid KL.nya ya...bus perusahaan lain ada keneknya juga kok, sama seperti di Jakarta, dan setiap kali bayar kita mendapatkan sobekan karcis seharga RM 1.

Turun dari bus mampir dulu di Pavilion Plaza, lagi suasana Chrismas yang sangat meriah sekali...cool!
Foto-foto, n' cari makan malam deh sebelum balik ke Riyani Wong apartment.
Dibelakang KL Plaza menuju ke jl. Imbi, banyak restoran chinese yang hemat dengan rasa yang muantaaap! RM 24 untuk makan malam ber-4.
Pulang, mandi, modom deh...(finish 4 day-2 trip).

Twin Tower at night. Sebaiknya bawa lensa wide biar kelihatan semuanya. Saya ambil foto ini menggunakan lensa Nikkor 18-200mm, taman air mancurnya gak dapat!

Suasana Chrismas di Pavilion Plaza, jalan Bukit Bintang - Kuala Lumpur

Makan malam Wanton Mee di belakang KL Plaza, RM 4 per porsi.

Ini mbak-mbaknya yang masak. Wanton mee-nya enak...

Pengeluaran hari ke-2:
1. Makan siang di Jonker Street Chicken Rice Ball;
- half chicken, RM 14= Rp 39 rb
- chicken rice ball, 5 pcs x RM 0.3= RM 1.5= Rp 4.200,-
- plain ice big, RM 1= Rp 2.800,-
- black bean soup, RM 2= Rp 5.600,-
- oys seow pak choy, RM 5= Rp 14 rb
- lime juice, 1 x RM 2= RM 2= Rp 5.600,-
- chinese tea, 2 x RM 0.5= RM 1= Rp 2.800,-
- plain water, 1 x RM 0.4= Rp 1.000,-
Total RM 26.9= Rp 75 rb
2. Hotel Puri (1 night), RM 138= Rp 386.500,-
3. Taksi dari depan Christ Church ke Melaka Sentral, RM 15=Rp 42rb
4. Mineral water+permen beli di Melaka Sentral, RM 7.3= Rp 20.500,-
5. Bus Rapid KL dari Twin Tower ke KL Plaza, RM 2= Rp 5.600,-
6. Beli sepatu Vincci di Suria KLCC, RM 22.5= Rp 63 rb
7. Makan malam di chinese restoran dibelakang KL Plaza:
- kwetiaw, RM 5= Rp 14 rb
- nasi "porky", RM 5.5= Rp 15.500,-
- wantan mee (it's my favorite), 2 x RM 4=RM 8= Rp 22.500,-
- tea (teh tarik), 2 x RM 1= RM 2= Rp 5.600,-
- tea o (teh manis biasa), 2 x RM 1= RM 2= Rp 5.600,-
- air tebu dibungkus bawa pulang (ada tentengannya lho..), RM 1.5= Rp 4 rb
Total RM 24= Rp 67 rb.

Total pengeluaran hari ini= RM 235.7= Rp 660 rb
Total pengeluaran kemarin= Rp 2.760.000,-
Jadi total pengeluaran 2 hari= Rp 2.760.000+Rp 660.000=Rp 3.420.000,-

Wednesday, December 02, 2009

Ke Genting Highland

Day-3, November 28' 2009
Hari ini kami rencanakan untuk naik gunung ke tempat yang sejuk, Genting Highland.
Harapannya sih bisa bangun pagi, tapi anak-anak susah banget pada bangunnya mungkin karena kecapean jalan-jalan di Melaka dan keliling KL hari sebelumnya. Sekitar pukul 7:30 baru bisa bangun satu-satu, eh kamar mandinya lagi dipakai orang, terpaksa antri deh, sambil sarapan sisa roti tawar dan selai srikaya dari Melaka kemarin eh meleng sedikit orang lain sudah nyerobot masuk, antri lagi...
Yah, akhirnya 9:20 baru siap meluncur keluar. Kami gak ada target dan gambaran mau ngapain aja di Genting, jadi santai aja...
Ke Genting cuma pengen ngajak anak-anak naik kereta gantung (skyway) dan menikmati udara sejuk aja, gak ada rencana mau main-main di wahana permainannya. Maybe next time, karena kita gak menginap disana kali ini.
So, jalan kaki aja ke Pudu Raya menyusuri jalan Bukit Bintang pagi hari.
Sampai di Pudu Raya sekitar pk 10, langsung ke loket bus yang ke Genting. Cuma 1 loket!
Tiket yang dijual adalah bus ke terminal Skyway seharga RM 4.6 untuk orang dewasa dan RM 3.5 untuk anak-anak, juga tiket Skyway-nya bisa dibeli sekalian seharga RM 5 untuk dewasa maupun anak-anak sama saja.
Cuma masalahnya jadwal bus hari itu sudah penuh terisi, yang kosong hanya yang berangkat pk. 1:30 dan kembali pk. 6 sore. Apa gak terlalu mepet tuh? Ah, sudahlah, kapan lagi mau ke Genting sana? Take it!
Sementara para supir taksi pada nawarin jasanya karena tahu bus sudah sangat terbatas. Iseng-iseng tanya, mintanya untuk kami ber-4 RM 65 dan 2 orang cewek lain yang mau sharing taksi dengan kami diminta RM 25 per orang, jadi total RM 115 sekali jalan. Cewek-cewek itu ogah, kamipun ogah. Beli tiket bus dan skyway-nya PP untuk kami ber-4 di loket jadi RM 72.

Ada waktu 2.5 jam dari pk.10 saat itu sampai bus berangkat pk 1:30 siang nanti, kemana ya?
Cari obat! Ya, sebelum berangkat ke Malaysia kami dititipi untuk cari obat yang memang buatan sana. Keluar dari Pudu Raya, cari-cari toko farmasi, sampai ke china town Petaling Street. Beberapa toko farmasi yang dimasuki gak ada yang punya jenis obat itu. Pegel jalan-jalan, istirahat dulu sambil makan siang di restoran chinese, habis RM 19 untuk ber-4.
Tips, kalau bawa anak-anak sebaiknya bawa juga stroller karena sangat berguna sekali waktu jalan-jalan. Anak-anak kan gampang capek, jalan sebentar langsung minta gendong, bisa berabe! Jadi kalau pake stroller bisa gantian abangnya dan adeknya naik stroller, n' strollernya juga bisa digantungin barang-barang mengurangi beban kita. Tinggal dorong...!
Bawa strollernya yang simpel aja, gak usah yang ribet. Yang gampang di lipat dan ringan. Stroller kami itu waktu beli harganya gak sampai Rp 100 rb, tapi sudah berguna sekali dipakai kemana-mana, tahan banting.

Selesai makan siang, lanjut lagi menyusuri Petaling Street. Berhenti di penjual buah dengan gerobak seperti penjual rujak di Jakarta. Penjualnya ibu-ibu chinese. Beli nanas, water melon (dibilang semangka penjualnya gak tahu), RM 3.

Obat gak dapat, perut sudah kenyang, kaki sudah pegal, waktu sudah mendekati pk 1:30, langsung balik ke Pudu.
Dari Pudu Raya ke terminal Skyway, Genting kira-kira 1 jam perjalanan. Turun dari bus, langsung menuju keberangkatan Skyway di lantai paling atas terminal. Ternyata antrian panjang banget karena hari libur long weekend kali...gak kurang dari 1 jam ngantri! Padahal skyway-nya terlihat banyak sekali, tapi memang orang-orang sangat padat hari itu mau ke Genting Highland.
Selama antri, hujan turun dengan sangat deras...wah gimana nih...halah kepalang tanggung, antri terus...!!

Sepasang burung

Jendela warna hijau

Sekitar pk 4:10 kami baru masuk ke Skyway. Waktu tempuh Skyway sekitar 15 menit dengan jarak 3.5 km. Skyway langsung naik dengan sudut kemiringan yang lumayan extreme, hujan sudah reda tetapi kabut pekat menyelimuti pegunungan, jadi lumayan berdebar-debar juga jadinya.
Skyway sampai diatas di hotel Highland tempat judi disana. Turun, keluar dari hotel, udara dingin sejuk langsung menyerang... 19 derajat celcius!
Trus kemana nih? Tanya-tanya orang dihotel mau ke outdoor theme park gimana? Katanya naik bus aja yang berhenti di depan hotel Highland, bus itu akan menuju ke hotel First World tempat outdoor theme park berada. Tapi didalam bus gak ada penumpangnya, ah coba jalan kaki aja lah karena kelihatannya gak terlalu jauh karena gedung hotel First Worldnya kelihatan kok. Eh, ternyata jauh juga...mengingat waktu yang mepet sekali, yah dibatalin deh kesana. Lihat-lihat situasi wahananya dari jauh aja, maybe next time lah...
Puas lihat-lihat dari jauh, kemudian ya duduk-duduk aja didepan hotel Highland sambil makan popcorn, RM 3.5 yang tadi dibeli di arena permainan di koridor menuju ke First World hotel. Asyik juga sekedar duduk-duduk disana menikmati udara pegunungan yang dingin sejuk, freshhh...!!
Menjelang pukul 5:30, bergegas kembali naik Skyway turun ke terminal bus yang jadwalnya membawa kami kembali ke KL pukul 6 sore. Padat banget sih..?!
15 menit, sampai deh dibawah.

Outdoor Theme Park direction

Mejeng...

Hotel Highland diserang kabut tebal

Menuju highland





Turun dari Skyway, ada toko yang jual berbagai macam manisan yang kelihatannya menarik, beli RM 13.4 untuk manisan seperti buah cheri gitu, enak juga, segar...
Pukul 6, bus sudah meluncur ke KL, dan 1 jam kemudian sampai kembali di Pudu Raya.
Bus kembali ngantri sebelum hotel Swiss Garden untuk masuk ke Pudu, turun disitu dan jalan lagi ke arah pasar seni cari obat, karena saat bus siang tadi berangkat ke Genting, kami lihat ada kedai farmasi di dekat pasar seni itu.
Cari-cari ke beberapa toko farmasi, obat gak ketemu juga. Sampai akhirnya kita putuskan pulang naik kereta Rapid KL dari stasiun Pasar Seni ke Bukit Bintang, tapi harus tukar ke monorail di stasiun hub Dang Wangi. Eh, ternyata jalannya jauh juga di Dang Wangi itu.
Kereta Rapid KL & Monorail masing-masing RM 2.4 untuk ber-4 (anak-anak gak bayar).
Turun dari monorail jalan ke KL Plaza sudah dekat. Sebelum kembali ke apartemen, cari makan malam dulu ditempat wantan mee kemarin, habis RM 22.4.
Selesai deh hari ke -3.

Kedai manisan di terminal Skyway

Rapid Kl train

Monorail stesyen Bukit Bintang

Pengeluaran hari ke-3:
1. Bus Pudu Raya ke Genting PP (sudah termasuk skyway), RM 9.6 dewasa, RM 8.5 untuk anak-anak. Jadi total RM 72= Rp 201.500,-
2. Ke toilet di Pudu Raya RM 0.5= Rp 1.400,-
3. Makan siang di Petaling Street:
- 1 porsi chicken yang 'puteh'
- sup bakso bak
- nasi 3
- tea 2
- tea-o 2
Total RM 19= Rp 53 rb
4. Beli buah di Petaling Street: 2 nanas x RM 1 + 1 water melon RM 1= RM 3= Rp 8.500,-
5. Beli popcorn di Genting, RM 3.5= Rp 10 rb
6. Beli manisan di terminal skyway, RM 13.4= Rp 37.500,-
7. Tiket kereta Rapid KL dari stasiun Pasar Seni ke stasiun Dang Wangi, 2 x RM 1.2= RM 2.4= Rp 6.700,-
8. Tiket monorail dari Dang Wangi ke Bukit Bintang, 2 x RM 1.2= RM 2.4= Rp 6.700,-
9. Makan malam:
- wantan mee, 3 x RM 4= RM 12= Rp 33.500,-
- kwetiaw kerang RM 5= Rp 14 rb
- tea, RM 1.2= Rp 3.500,-
- soya, RM 1.2= Rp 3.500,-
- air tebu, 2 x RM 1.5= RM 3= Rp 8.500,-
Total RM 22.4= Rp 62.500,-
10. Ke toilet, RM 0.2= Rp 500,-

Total pengeluaran hari ini, RM 138.8= Rp 388.500,-
Total pengeluaran 2 hari sebelumnya= Rp 3.420.000,-
Jadi total pengeluaran sampai hari ke-3= Rp 3.420.000 + Rp 388.500 = Rp 3.808.500,-

Tuesday, December 01, 2009

Pulang

Day-4, November 29' 2009
Ini hari terakhir liburan kami ke Melaka & KL.
Bangun pagi-pagi langsung mandi, gak perlu antri karena kami sudah pake kamar masternya Riyani Wong apartment. Finishing beres-beres, tadi malemnya juga, selesai langsung keluar lagi.
Tiket flight ke Jakarta adalah pk 1.25, masih bisa setengah hari "pusing-pusing" KL.
Jalan ke arah belakang KL Plaza dulu cari butik coklat Beryl's Chocolate Kingdom di jalan Imbi. Eh, ternyata gak jauh dari apartemen itu. Jalan kaki mungkin cuma 5 menit sudah sampai.
Tapi gak jauh berjalan ke belakang KL Plaza, ada yang jual nasi lemak (nasi uduk) dengan berbagai macam lauknya.
Sarapan dulu ah...
Bungkus 2 nasi lemak dengan lauk serundeng daging sapi, kerang, mie, telor dan sayuran, sebungkusnya RM 4 saja. Nasi lemaknya dibungkus, tapi kita makan disitu, disediakan mejanya, gak pakai piring, ya dibungkusan itu aja dengan sendok plastik...
Minumnya pesen ke warung yang lain, orang India. I pesen tea aja lah 2 gelas. Dateng deh teh tarik, RM 1.2 segelasnya. Trus emaknya Lukas pesen lagi tea with ice, RM 1.5.
Waktu kita pesen nasi lemak itu, skalian kita tanya jalan Imbi mau ke butik coklat, eh penjual nasi lemaknya tanya kita dari Indonesia ya...? Ya! (dia gak bilang Indon lho...) Indonesianya mana? Jakarta. Jakartanya mana? Jakarta Barat. Kebon Jeruk?
Lha, dia tahu tuh Kebon Jeruk...?! hehe...


Nasi lemak, RM 4 seporsi, tea RM 1.2 segelas

Nyebrang jalan Imbi ke arah taman, ada kedai chinese yang kelihatannya ramai, sayang gak pernah dicoba...

Sampai di butik coklat, eh butiknya belum buka. Trus kemana dong?
Coba naik taksi ah ke dataran Merdeka. Cegat taksi langsung tawar dari RM 5 sampai RM 7, taksinya minta RM 10. Ogah ah! Ya udah pake meter aja ya katanya. OK de...
Setelah naik, sebelum jalan emaknya si Lukas pake logat melayu (dia kan orang Medan) bilang ke supirnya, "tak payah pusing-pusing pakcik!". Maksudnya langsung ke tujuan aja, jangan pake acara muter-muter segala, :-)
Taksi sampai didataran Merdeka, "meter"nya menunjukkan RM 6.9, hehe...



Dataran Merdeka

Katedral Kuala Lumpur, hari minggu ada misa

Puas mengeksplor dataran Merdeka yang merupakan lapangan terbuka didepan Sultan Abdul Samad Building yang sekarang jadi kantor Ministry of Heritage, Culture and Arts-nya Malaysia, balik lagi ke jalan Imbi untuk beli coklat. Stop taksi, "jalan Imbi pakcik, berape?" 5 ringgit. Yup, naiklah kami ke taksi semuanya diantar ke butik coklat itu, sampai didepan gerbangnya.
Emaknya Lukas kalap lihat coklat sebegitu banyaknya, langsung ambil keranjang. Tapi langsung gw pelototin, hehe...
Belanja coklat habis RM 84, waduh..! Alasannya buat temen-temennya si Lukas disekolah.



Coklatnya mahal-mahal!!

Selesai belanja coklat, jalan kaki ke apartemen. Langsung cabut ke bandara.
Keluar dari apartemen, coba cegat taksi ke KL Sentral, gw bilang tawar RM 5, hehe...
Taksinya minta RM 15 sampai 20. Wah...naik monorail aja deh!
Jalan kaki sedikit, sampai di stasiun monorail Bukit Bintang. Beli tiket RM 2.40 untuk ber-4, melewati 4 stasiun baru sampai ke KL Sentral, lumayan jauh kayaknya...

"SALE" didepan the Pavilion

Suasana jalan Bukit Bintang

Sampai di monorail KL Sentral, nyebrang ke arah terminal Skybus, waktu sudah hampir pk 12 siang, sementara ticket flight di pk 1:25, belum urusan imigrasi dsb, wah gimana ini...?
Lari-lari ke bus, takut terlambat...kalo terlambat bisa-bisa nunggu lagi keberangkatan bus berikutnya tiap setengah jam sekali, berabe deh!
Untung busnya belum jalan, pk 12:10 baru bergerak. Kami naik tanpa bayar lagi, karena sudah bayar include tiket pesawat Air Asia.
Kira-kira 1 jam sampai di LCCT. Antri boarding & bagasi, selesai, keluar dulu cari kaos suvenir buat temennya emak Lukas, RM 16. Trus masuk lagi, antri stempel imigrasi. Langsung ke ruang tunggu keberangkatan pesawat.
Tunggu...tunggu...tunggu...eh pesawatnya didelay hampir 1.5 jam, payah!! Ya udah, cari makanan dulu lah. Keluar ruang tunggu cari makanan, dapat roti dan minuman soya.
Pesawat akhirnya take off sekitar pk 3-an. Order makan n' minum di pesawat, RM 19. Makanannya lebih murah dari diruang tunggu bandara LCCT lho..!
1.5 jam flight, landing deh di Soekarno Hatta airport Jakarta.
Antri imigrasi lagi, stempel lagi, trus ambil bagasi, keluar, sampai deh.
Sebelum pulang, kami makan dulu di Tony Jacks (better than that one), yang ternyata gak bener! Gak better that that one! Nasinya keras, Tony Jacks yang di terminal 2 banyak kecoanya jalan-jalan di kaca tempat cuci tangan, hii...iiii Rp 42 rb untuk 3 porsi nasi ayam dan 2 botol air mineral.
Naik taksi Gamya, Rp 100 rb sudah sama tolnya.
Kembali ke dunia nyata lagi deh... :-)

Di LCCT Kuala Lumpur

2 brothers

Pengeluaran hari ini:
1. Sarapan nasi lemak, 2 x RM 4 + tea, 2 x RM 1.2 + tea with ice RM 1.5= RM 11.9= Rp 33.500,-
2. Taksi dari jalan Imbi ke Dataran Merdeka, RM 6.9, bayar RM 7= Rp 19.500,-
3. Taksi dari dataran Merdeka ke Beryl's Chocolate Kingdom, RM 5= Rp 14 rb
4. Belanja coklat, RM 84= Rp 235 rb
5. Monorail dari Bukit Bintang ke KL Sentral, RM 2.40= Rp 6.500,-
6. Beli kaus suvenir di LCCT, RM 16= Rp 45 rb
7. Beli biskuit di LCCT, RM 8= Rp 22.500,-
8. Beli roti dan minuman soya di LCCT, RM 9.85= Rp 27.500,-
9. Makan Uncle Chin's chicken rice di pesawat, RM 9= Rp 25 rb
10. Minum tea-o di pesawat, 2 x RM 5=RM 10= Rp28 rb
11. Makan Tony Jacks di terminal 2 Soekarno Hatta, 3 porsi nasi ayam+ 2 air mineral, Rp 42 rb
12. Taksi dari bandara ke rumah, Rp 100rb

Total pengeluaran hari ini= RM 163.15+ Rp 142 rb= Rp 457 rb+ Rp 142 rb= Rp 599 rb
Total pengeluaran 3 hari sebelumnya= Rp 3.808.500,-
Total biaya liburan 4 hari 3 malam, 4 orang, Melaka & Kuala Lumpur adalah
Rp 4.407.000,- (RM 701.2 + Rp 2.442.000,-)
Biaya all in semuanya, tidak terkecuali!!