Tuesday, April 06, 2010

Singapore Zoo

Ada yang bilang Singapore Zoo adalah zoo terbaik no.2 didunia setelah San Diego Zoo di Amrik sana. Wow kedengarannya fantastic ya...?!
Tapi memang tempat ini sungguh istimewa. Sangat tertata dengan baik dengan displaynya yang "open concept" pengunjung seakan-akan berada di alam yang sama dengan para animal itu, terasa dekat. Kesan lainnya, tempat ini terasa adem, hijau dan bersih, pasti akan menjadi pengalaman yang sangat mengesankan sukar dilupakan...weleh-weleh....tapi iya kok!
Si Timmy aja taunya Singapore itu adalah Zoo disamping Merlionnya. 2 tahun lalu kami sudah pernah kesini, dan dia gak pernah lupa tempat ini. Kami sebenarnya gak punya rencana ke zoo karena sudah pernah sebelumnya selain admission fee sgd 60 untuk kami ber-4, lumayan juga yah, hehe...tapi karena si Timmy merengek-rengek terus tetap minta ke zoo, apa boleh buat lah...
Zoo-nya sendiri sebenarnya tidak terlalu luas, mungkin cuma setengahnya Ragunan saja, tapi packagingnya sangat baik sekali, world class! Kalau ingin ketempat ini, biasanya ke Ang Mo Kio MRT dulu, kemudian nyeberang diterowongannya dibawah jalan raya menuju Ang Mo Kio bus station. Nah, tinggal naik bus no. 138 langsung menuju zoo diperhentian terakhirnya.
Admission feenya sgd 18 untuk dewasa dan sgd 12 untuk anak-anak diatas 3 tahun. Kami sempat nego kalau si Timmy yang sudah 3,5 tahun bisa free masuknya, tapi tetep aja gak bisa, harus bayar!
Selain tiket masuk zoo, bisa juga sekalian tram (kereta keliling) dan naik boat di danaunya. Mungkin harganya jadi lebih murah kalau paket, tapi kami gak peduli, hanya bayar untuk masuk zoonya saja. Ada juga paket zoo dan night safari ditempat yang sama, atau zoo dengan Bird Park di daerah Jurong, atau paket ketiganya; zoo, night safari, dan bird park, tentu dengan harga yang lebih hemat. Silahkan langsung ke websitenya aja untuk lebih detail.
Koleksi animal disini sangat exotic yang biasanya cuma bisa kita lihat di majalah atau televisi, pasti merupakan pengalaman yang mengesankan bila melihatnya secara langsung. Para pengunjung dilarang memberikan makanan ke koleksi binatangnya, tapi ada jadwal feeding time dimana pengunjung dapat memberikan makanan ke hewan dengan membayar biaya tambahan yang umumnya sgd 5 sepaket makanan. Komersil banget ya...?!
Tapi coba bayangkan anda kasih makan pisang atau potongan melon ke Rhino yang besar dan kelihatannya liar tersebut? Pasti seru kan...? Disamping pengalaman memberikan makanan langsung ke hewan liar, ada juga atraksi atau pertunjukkan hewan pada waktu feeding time seperti di Splash Safari (Splash Amphitheatre), ada african penguins, pelican, dan sea lion yang mencipratkan air kolam ke arah pengunjung. So, jangan terlalu dekat, nanti kebasahan! Yah, cukup menghibur lah...
O ya, di Ang Mo Kio bus station, saya minta MamiLukas beli makanan untuk makan siang kami di zoo. Tapi saat MamiLukas intip food courtnya di dalam zoo, ternyata harganya gak beda-beda banget sama yang di Ang Mo Kio sekitar sgd 3 saja, hehe...


With Tarantula...

Didekat pintu masuk ada primata unik ini...

Primata ini berkeliaran dimana-mana, didekat kandang ularpun dia nongkrong dipagarnya.


Proboscis Monkey.



Polar Bear.

Kasih makanan ke Rhino, bayar sgd 5!



Banyak anak-anak primary school saat kami kesana.


Kasih makanan ke Jerapah juga bayar sgd 5!

Lukas & Timmy cuma dipisahkan dengan kaca dari Leopard muda ini.

Mau yang ijo-ijo..?!

Iguana.

Giant Tortoise.

Ini namanya apa?

Crocodile.

Sejenis bebek?

Di Fragile Forest, ini binatang apa ya...lambaaaat sekali pergerakannya!


Ring tail lemur, King Julien..."I like to move it..move it", Madagaskar

Ini juga gak tau namanya..?




Free ranging Orang Utan island. Orang Utannya bebas bergelantungan di pohon-pohon dan tali yang diikat antar pohon, melebihi atau keluar dari kandangnya.

Zoo direction.


Green.

To be continued...

Monday, April 05, 2010

Haw Par Villa

Salah satu spot yang menarik dan gretongan di Singapura adalah Haw Par Villa. Dulunya tempat ini adalah rumah atau villa yang sangat mewah dan indah dipinggir pantai dengan pemandangan laut milik pengusaha asal Rangoon Aw Boon Haw dan Aw Boon Par. Aw Boon Haw dan Aw Boon Par sangat sukses dengan bisnisnya yaitu produk balsem cap harimau atau Tiger Balm. Mereka dua bersaudara punya sifat penderma yang menjiwai bisnis mereka. Awalnya mereka meramu balsem sedemikian rupa supaya bisa dijual dengan murah dengan tujuan agar banyak orang yang kurang mampu dapat menggunakannya untuk pengobatan. Eh, gak disangka niat baik tersebut justru mendatangkan sukses luar biasa sehingga Tiger Balm pada saat itu bisa terjual sampai ke 70 negara.
Disamping penderma, Aw Boon bersaudara terutama Aw Boon Haw yang tertua sangat kharismatik dan menyukai seni. Hingga satu saat pada perang dunia ke-2, sang adik Aw Boon Par ditangkap dan tidak lama kemudian wafat. Aw Boon Haw sangat terpukul dengan kematian adiknya dan merobohkan villa mereka untuk kemudian dijadikan taman terbuka untuk umum dengan ornamen patung-patung yang sangat banyak yang menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan manusia, baik dan buruk, juga cerita-cerita mitologi tiongkok kuno, tujuannya agar banyak orang diingatkan tentang peran sosialnya selama hidup bermasyarakat dan juga agar orang banyak bisa mengenang mereka selamanya, dua bersaudara Aw Boon Haw dan Aw Boon Par.
Villa mewah nan indah itupun berubah menjadi Tiger Balm Garden, dibuka pertama kali pada tahun 1937 dengan pesta seremonial besar-besaran. Khalayak umum bisa masuk ke Tiger Balm garden dengan gratis.
Pada tahun 1979, pewaris Aw Boon bersaudara menjual tempat ini ke pemerintah Singapura dibawah Singapore Tourism Board. Pada tahun 1985 pemilik baru tempat ini merubah namanya menjadi Haw Par Villa. Kemudian direnovasi pada tahun 1990 dan dibuka kembali tetapi dengan tiket masuk sebesar sgd 16.
Sejak dikomersialkan seperti itu, tak dinyana, pamor Haw Par Villa merosot drastis. Orang-orang sedikit sekali yang datang kesini, sehingga pada tahun 1996 Haw Par Villa-pun dibuka kembali untuk khalayak umum dengan gratis sampai sekarang.
Begitulah ceritanya...

Haw Par Villa sangat terkenal dan merupakan tempat yang menyimpan kenangan mendalam pada sebagian orang. Saya pernah satu kali browsing dan membaca cerita penulisnya (orang Indonesia) tentang kenangan mendalam bagi keluarga mereka pada Haw Par Villa. Mulai kakek neneknya pernah berkunjung dan berfoto bersama disini. Kemudian Bapak Ibunya pun punya foto ditempat yang sama. Akhirnya dia bersama keluarganya, anak-anak dan suaminya juga datang kesini dan berfoto bersama. Sangat berkesan!
Direction menuju tempat ini bisa dilihat disini , kemarin itu kami naik bus ke halte Buona Vista station (lebih mudah naik MRT ke Buona Vista station) kemudian lanjut lagi naik bus no. 200 turun tepat didepannya.
O ya, kalau naik bus, harus diperhatikan line direction atau mapnya juga tempat-tempat pemberhentiannya. Hapalkan 1 atau 2 halte perhentian bus sebelum tempat kita turun, jadi kita bisa bersiap-siap diminimal 1 halte sebelum tujuan kita. Jangan sampai kelewatan!
Kalau cuma sendiri sih enak aja lenggang kangkung, kalau bawa 2 bocah balita dengan peralatannya; stroller yang dilipat, tempat minuman, tas backpack, tripod kamera, tas kamera (lha yang ini mah punya saya ya...), yah cukup repotlah dan harus bersiap-siap sebelum bus berhenti. So, please mind the bus stop direction!

Naik bus tingkat menuju Buona Vista station, duduk diatas paling depan.
Jalanan di Singapura, rata-rata lengang, tidak berisik suara klakson, teratur, hampir gak ada jalan yang berlubang, disiplin, dan kesannya bersih dan adem.
Hampir sama seperti di Jepang, pengendara mobil disini sangat mendahulukan para pejalan kaki. Beberapa kali kami menyeberang jalan dibukan tempat keramaian, jadi gak ada lampu merahnya, mobil-mobil selalu berhenti mempersilahkan kami menyeberang duluan.
Kalau di Jakarta, ih ngeri banget nyeberang jalan, saya pernah hampir diserempet sepeda motor.


Patung-patung mitologi Tiongkok kuno.



Banyak juga patung yang aneh-aneh gak masuk pikiran orang kebanyakan seperti diatas ini.







Diorama ini mengisahkan Wang Qing yang punya jiwa penolong, juga terhadap binatang. Satu kali ia melihat seekor kura-kura sedang dibawa kepasar untuk dijual disana (mungkin untuk dipotong), rasa ibanya membuat ia merogoh kocek dan membeli kura-kura tersebut sebelum sampai ke pasar. Kemudian ia membebaskan kura-kura tersebut ke laut.
Beberapa tahun kemudian, Wang Qing naik sebuah kapal yang ditengah laut terhantam badai yang dahsyat sehingga kapalnya tenggelam. Tak disangka seekor kura-kura datang menolongnya sementara penumpang lain tenggelam di tengah laut. Wang Qing pun selamat, kemudian menikah dan hidup bahagia.




Ada kolam dengan dekorasi seperti lansekap di kehidupan nyata seperti ini.

Semua patung-patung pada dasarnya punya moral story yang berguna bagi pegangan hidup orang muda, tapi yang ini gak tahu artinya apa..?


Kolam utama Haw Par Villa. Tidak jauh dari sini, agak naik tangga sedikit ada "wishing bell". Saya mengucapkan sesuatu didalam hati supaya Lukas dan Timmy bisa sekolah di LN nantinya, kemudian membunyikan loncengnya satu kali dengan keras sekali sampai saya kaget bukan kepalang, hehe...

To be continued...