Thursday, June 19, 2008

Jalan-jalan ke Singapore - Part 2

Day 3 (June 12, 2008):
Hari ketiga ini yang paling melelahkan selama kami berlibur di Singapore. Keluar dari NSS hotel jam 10 pagi and balik lagi hampir 23.30 malam.
Setelah sarapan pagi roti selai srikaya+bacang+jus jeruk yang di beli dicarrefour semalam, kami keluar hotel menyusuri Rochord rd., lewat Bugis junction, OG, sampai ke Albert Complex (depannya Sim Lim Square), trus nyebrang deh ke arah Sungei rd., ke arah kawasan Little India. Ternyata dari daerah Bugis ke Little India itu gak terlalu jauh-jauh amat. Jalan santai sambil lihat-lihat n' bawa pasukan katak loh...kira-kira makan waktu 20 menit lah...

Pedestarian di Sungei rd., hijau dan adem.

Ganeca di Clive street, Little India.

Jual sayuran di Clive street.

Kerbau road.

Rumah di kawasan Little India.

Residence of Tan Teng Niah di Little India.

Roti cane S$0.8 per satu potong.

Biryani mutton rice S$5, nasi kare+ daging kambing.
Rasanya pedas amit-amit, tapi gw habisin gak tersisa juga!
Pedas..? Siapa takut!! Ini makanan yang paling mahal kita beli selama di Singapore loh, hehe...

Sri Veeramakallaman temple di Serangoon rd.


Ibu-ibu jualan pernak-pernik di depan temple. Wah, lagi nelpon dia....

Di pinggir jalan Serangoon rd., apanya yang 3 for S$10 ??

Trus, perjalanan berlanjut menyusuri Serangoon rd. sampai berlabuh di Mustafa Center.
Mustafa Center ini adalah plaza yang menjual segala macam barang mulai dari pernak-pernik, pakaian, jam tangan, tas, sampai makanan. Kayaknya lumayan lengkap deh disini, and harganya juga reasonable enough lah...kami belanja oleh-oleh disini, beli segala macam pernak-pernik souvenir kira-kira habis deh S$100, cukup buat oleh-oleh tangan untuk dibagi-bagi. Mustafa Center ini buka 24 jam, alias gak pernah tutup!
Dari Mustafa center, jalan lagi sampai di MRT Farrer Park untuk nerusin perjalanan ke Singapore Zoo.
Caranya: dari MRT Farrer Park (purple line) naik sejauh 2 station, trus harus pindah ke MRT red line di stasiun Dhoby Ghaut NS24, trus naik yang red line.nya ke arah Jurong East. Turun di Ang Mo Kio, NS16 (8 station). Di Ang Mo Kio, nyebrang ke arah terminal bus, tanya aja orang ke arah bus station lewat underway. Nah dari bus station Ang Mo Kio ini kita lanjutkan dengan bus no. 138. Ongkosnya S$1.5 kalau bayar cash di atas bus, atau dicharge S$1.2 kalau gesek pake kartu EZ Link. Bus no. 138 ini rutenya mentok di ragunan eh, Singapore Zoo.
Waktu itu kita beli tiketnya yang two in one ticket, Singapore Zoo+Bird Park, lebih murah sekitar S$4.5 dibanding kita beli tiket masuk zoo.nya sendiri, bird park.nya sendiri. Harga tiket untuk 2 tempat ini S$30, untuk anak-anak berapa ya...wah lupa..!
Singapore Zoo admission fee: S$16.5 (adult), S$8.5 (child).
Bird Park admission fee: S$18 (adult), S$9 (child).
Lukas di MRT mau ke Singapore Zoo.

Timmy sampe di zoo bobok.


Sapa takut sama buaya??!

Zoo direction.

Aligator alias buaya darat!

Ini rumahnya harimau putih...bagus ya..?!

Ini dia si putihnya....

Hakuna matata....

Kangaroo.

Gerombolan babboon.

Mana wa aungnya...?

Mesranya...
Di Zoo kita ngabisin waktu sampe kira-kira jam 7 malem, zoo.nya sendiri tutup jam 6 sore, tapi disebelah Singapore zoo ada Night Safari yang buka sampai tengah malam. Katanya Singapore zoo ini yang terbaik di Asia Tenggara. Sebenarnya sih areanya gak terlalu luas dibandingkan Ragunan sekalipun, tapi memang 'packaging'nya sangat bagus, juga binatang-binatangnya sangat terawat, gemuk-gemuk gak kekurangan makanan. Kalau di Ragunan...? Duh menyedihkan sekali ya...makanan untuk satwanya dicatut sama pengelolanya atau memang budgetnya gak cukup untuk kasih makan koleksi satwanya? Big '???' ... Singa di ragunan kurus kisut, gak ada perutnya! Disini gempal-gempal, hehe.... Tapi memang sih tiket masuk Ragunan aja cuma Rp 4000 (sekitar S$0.8), gimana mau berharap yang indah-indah?
Di Singapore zoo ada kereta trem keliling zoo sama seperti di Ragunan, ya itu kereta yang ditarik pake mobil, bedanya disini mobilnya pake mobil listrik. Kayaknya gak perlu deh naik ini, karena zoo.nya gak luas-luas amat kok, keliling-keliling jalan kaki aja! Admission untuk naik kereta trem ini S$5 (adult), S$3 (child), sayang kan...?! Kemarin itu kita gak tahu seluas apa sih zoo.nya, jadi kita naik trem aja dulu supaya bisa lihat-lihat lokasi mana yang menarik, baru deh jalan. Tapi, ya... gak perlu lah... Di zoo ini udaranya segar, lihat-lihat satwanya juga nge-gemesin. O ya, trus ada feeding time schedulenya loh, yaitu jadwal kasih makan binatang-binatangnya. Ini sangat menarik, jangan lupa lihat-lihat schedulenya! Overall kalau mau lama-lama disini asyik juga, waktu gak akan terasa lama, apa lagi duduk-duduk di lokasi orang utan...sangat menghibur batin.
Dari zoo, kita buru-buru ngejar MRT dari Ang Mo Kio (NS16) ke Harbour Front (NE1) untuk ngejar pertunjukan Song of The Sea di Sentosa Island. Song of The Sea.nya setiap hari ada 2 kali pertunjukan; jam 19.40 dan 20.40.
Dari Harbour Front nyebrang ke Sentosa Island tiketnya S$3 pp naik kereta monorail, perjalanan kira-kira 10 menit sudah sampai. Tapi sayangnya, kami terlambat sampai di tempat pertunjukkan Song of The Sea. Tanya ke penjaganya, show sudah berjalan kira-kira 15 menit. Padahal itu adalah show yang kedua atau yang terakhir hari itu. Shownya sendiri makan waktu kira-kira 25 menit, jadi cuma sisa sekitar 10 menit, kata yang jaga; sayang bu (emaknya si Lukas yang nanya), mendingan besok aja dateng lagi...kuya!
Tapi PapiLukas pantang menyerah donk...gw bilang aja ke penjaganya; kita sebenarnya ngejar show ini, tapi kita terlalu lama di zoo, jadi terlambat deh. Padahal kita dateng dari Jakarta dan besok malem ada acara yang lain trus lusa udah balik ke Jakarta and gak tau deh kapan lagi bisa lihat show ini....kasian anak-anak...!
Eh, penjaganya bilang; ya udah lah gw kasi lo masuk, kacian gw...hehe....
Emang sih, waktu MamiLukas yang tanya penjaganya ada 2 orang, tapi waktu PapiLukas yang tanya kebetulan penjaganya tinggal sendiri and baik hati lagi, keturunan India masih muda...God bless you boy...! Sebenarnya sih, walaupun sudah terlambat banyak, kita tetap mau nonton show ini walaupun harus bayar penuh. Tapi sepertinya loket penjualan karcisnya sudah ditutup, makanya penjaga gatenya agak bingung begitu.
Akhirnya, kita jadi nonton Song of The Sea kira-kira 10 menit terakhir shownya dengan gratis (kalau bayar, admission fee.nya S$8 for adult). Walau cuma 10 menit, anak-anak sudah cukup terhanyut, takjub dan puas nonton Song of The Sea. Tadinya udah pada ngantuk-ngantuk dan cape, tapi nonton Song of The Sea matanya pada melek semua.
Song of The Sea ini sebenarnya pertunjukkan air mancur dengan sinar laser juga fireworks alias kembang api yang ditata sedemikian apik. Tempatnya juga persis di pinggir pantai dengan pemandangan laut dimalam hari. Kalau ke Singapore, ini wajib hukumnya untuk ditonton!

Day 4 (June 13, 2008):
Karena kecapaian di hari ke 3, hari ke 4.nya pada bangun kesiangan deh.
Beres-beres, sarapan, trus keluar dari hotel kira-kira jam 10.30, tujuannya Jurong Bird Park.
Karena bangun kesiangan, trus takut kelamaan kalau nunggu makan siang dulu, jadinya makan siangnya dibungkus aja untuk dimakan di Bird Park nanti, sekalian ngirit ngindarin makan di tempat wisata hehe.....
Dari MRT Bugis station (EW12) harus ke Boon Lay station dulu (EW27). Karena sama-sama green line, jadi gak usah pindah kereta. Perjalanan dari EW12 ke EW27 lumayan jauh juga, 15 station. Tapi rasanya gak lama-lama amat, sekitar 30 menit lah. Begitu keluar Boon Lay MRT station, langsung pindah ke Boon Lay Bus station, naik bus no. 194 menuju Jurong Bird Park.
Suasana di Boon Lay bus station sedikit lebih kumuh dibanding Ang Mo Kio bus station karena banyak pedagang kaki limanya, dan ruangannya tidak ber AC tetapi terbuka bebas. Kalau di Ang Mo Kio station, ruangannya tertutup dan ber AC.
Sebetulnya dari Boon Lay bus station ini ke Jurong Bird Park gak terlalu jauh, tapi kalau perginya agak muter-muter, pulangnya relatif lebih cepat karena gak muter-muter.
Jurong Bird Park ini ternyata ada di dekat kawasan industri Jurong, jadi perginya, di bus pasti melihat pabrik-pabrik di kawasan industri Jurong. Dan apa ya...sampai di Bird Park juga bau udaranya tidak terlalu fresh seperti di zoo, di Jurong Bird park ini seperti menghirup udara yang tercemar oleh asap pabrik.
Di Jurong Bird Park ini ada juga feeding time schedulenya loh. Sebelum masuk, nanti kita akan dikasih bird park map yang didalamnya ada feeding time schedule itu. Jadi jangan ketinggalan jadwal! Asyik juga ngeliatin burung-burung dikasih makan, apa lagi yang di area pelican...

Di gerbang Jurong Bird Park, udaranya sedikit tercemar asap atau bau kimia pabrik.

Welcome to Jurong Bird Park, kata si Lukas.

Disini ada water fall.nya loh....


Direction in Jurong Bird Park.

Pelican area.

Pools Amphitheatre, tempat show burung-burung.

Bebek.

Pelican.

Ini burung jenis apa ya...?

Flamingo.


Lukas mejeng.

Team at the parrot nest.

I'm a parrot.

Me too.

So do I....

How about us...?
O ya, walaupun MRT Boon Lay station ini adalah yang paling ujung dari East West line atau Green Line MRTnya Singapore, tapi Boon Lay station ini berada dekat kawasan industri Jurong. Jadi sebaiknya menghindari jam-jam sibuk kerja waktu naik MRT alias jangan kesorean banget di bird parknya, nanti bisa berbarengan sama orang-orang kawasan industri pulang kerja, ramai and padat!
Selesai dari bird park, kita turun di MRT Outram Park station (EW16), jalan kaki ke arah Chinatown. Menyusuri Fu Tong Sen street, masuk kawasan Chinatown, dan lanjut ke South Bridge rd., ke Boat Quay. Wuih...capek juga....
Dari Boat Quay, jalan lagi ke MRT Raffles Place (EW14), trus naik MRT deh ke Bugis station (EW12), and balik ke hotel. Sebelumnya, mampir dulu ke Bugis street beli durian Malaysia S$3~S$5 per bungkus.

Bridge.

Boat Quay, tempat makan & tempat nongkrongnya orang Singapore waktu malam. Banyak restoran dan pub disini. Harga makanannya lumayan mahal, sekitar S$ 25 seporsi...

Me and my Subaru....

Me, durian, and tiger beer.

Tuesday, June 17, 2008

Jalan-jalan ke Singapore - Part 3

Day 5 (June 14, 2008):

Hari ini kita pulang ke Jakarta. Jadwal pesawat Lion Air dari Changi airport ke Soekarno Hatta airport jakarta di tiket menunjukkan jam 16.45. Nah masih ada waktu kan sambil menunggu waktu berangkat pesawat...kemana ya...apa yang menarik lagi tapi gak jauh-jauh dari hotel? Jawabannya: Raffles Hotel! Yup, sebelum check out dari hotel (jam 12.00), kita langsung meluncur memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengagumi salah satu bangunan peninggalan sejarah di Singapore ini. Dari hotel, jalan kaki kira-kira 15 menit sudah sampai di depan Raffles Hotel.
Trus gimana, boleh gak masuk untuk sekedar lihat-lihat? Akhirnya PapiLukas juga yang diutus bertanya mewakili pasukan katak.
Di depan ada front boy keturunan India; sir, may we entering to the hotel just for sight seeing...? Yes, of course...but you should wear a long pant to enter the main building! Duh kampret!
Gw kan emang gak bawa celana panjang, alias semuanya celana pendek aja...yah gimana donk..? Gw bilang gw mau mengagumi keindahan bangunan hotel and mau photo-photo sedikit. Yeah, just wearing a long pant! Ngelihat saya agak shock, dia kasih jalan keluar gimana kalau MamiLukas aja yang kedalam and boleh photo-photo (cewek boleh pake short pant), ya udah jadilah emaknya si Lukas yang masuk kedalam, gw kasih deh D80 gw untuk hunting spot di dalam hotel.

Kami sisanya bertiga nunggu di luar. Agak lama, saya baru mikir, knapa si Lukas gak ikut aja ya..? Tapi si Lukas juga pake celana pendek...gw maju lagi deh nanya; kids also should wearing a long pant? Eh jawabannya; Kids ok, come...come...boy..! Si Lukas diem aje, padahal si front boy itu udah melambai-lambaikan tangan manggil si Lukas, hehe....si Lukas gak ngerti bhs. inggris! Selama di Singapore, si Lukas bingung, knapa orang-orang bicaranya pake bhs. jepang? (dia bilang bahasa asing itu bhs. jepang), papinya juga pake bhs. jepang segala..? Bingung dia....
Ayo, Kas sana ikut sama om cari Mami di dalam gedung, gw bilang....baru dia mau jalan hehe...
Lama juga Lukas and Maminya photo-photo didalam, trus gw lihat kok ada orang pake celana pendek bisa masuk dari samping hotel? Nanya lagi deh, kok orang itu boleh?! O boleh asal jangan masuk ke dalam gedung yang ini!
O, ternyata masuk ke Raffles hotel, orang luar bebas aja, boleh juga photo-photo tapi kalau gedung utama yang di depan harus pake long pant alias celana panjang.
Ya udah, habis MamiLukas keluar, kita sama-sama masuk lagi deh lewat samping untuk lihat-lihat hotel. Ini ada beberapa shotnya, semoga berkenan.

Raffles Hotel tampak dari depan.

Bagian dalemnya bangunan utama, cowok harus pake long pant untuk masuk kesini.

Ini juga ada di bangunan utama.

Nah, kalau di sini pengunjung bebas-bebas aja....


Antik ya Raffles Hotel..?!

Lukas di Raffles Hotel.


Di bar taman ini kita bisa juga pesan Singapore Sling. Harganya S$22 untuk minumannya aja.Kalau sama gelasnya untuk souvenir harganya jadi S$27. Lebih murah loh dari pada di Long Bar 2nd storey.

Kelihatan bar tamannya..?


Ini dia Long Bar Raffles Hotel yang sangat terkenal itu. Adanya di 2nd storey (lantai 2). Disinilah Singapore Sling pertama kali dibuat oleh bartendernya, yang kemudian menjadi salah satu minuman beralkohol terkenal di dunia. Singapore Sling disini harganya S$25.9

Secret recipe of Singapore Sling. Rasanya...muantaap, segeerr.

Petunjuk ke Long Bar.

Sisi luar Raffles Hotel.

Pedestarian di pinggir Raffles Hotel.

Mejeng dulu ah....

Raffles Hotel bagian belakangnya.

Balik dari Raffles Hotel, ke NSS hotel nembak yang ini deh...the baloon.

Setelah check out, kita cari makan siang. Rice with porky or roasted duck (ada juga hainamese rice with chicken) rata-rata S$2.5~3 seporsi, ada disekitar Bugis. Yang dimangkok itu porky soup dengan sawi asin cina S$2, disajikan panasss...bukan hangat loh! Rasanya muantaap, segarr......

Ini laksa, S$3, wuih pedesnya amit-amit! O ya, disebelahnya itu adalah teh (S$0.8). Iya, masa kita pesen teh... eh, yang dateng malah teh susu...udah berapa kali kayak gitu. Tapi gw suka rasanya, eksotik...n' rasa tehnya masih terasa banget.

Taksinya orang Singapore. Sorry, kita gak ada pengalaman naik kendaraan ini karena kita gak pernah naikin...hehe....

Singaporean apartment. Diambil dari MRT station Tanah Merah (EW4) mau ke Changi airport. Kalau mau ke Changi, harus transfer dulu di Tanah Merah walaupun sama-sama East West line (Green Line).

Nyampe deh di Changi, mejeng dulu, trus ke MRT ticket counter untuk merefund EZ link cardnya. EZ link card value yang tidak digunakan bisa di refund di ticket counter.

Si Lukas pegang sendiri and gesek sendiri MRT cardnya.

Baru masuk Changi airport.

Changi airport.

The backpackers team.

Loket GST refund. Kita bisa me-refund pajak-pajak pemerintah Singapore yang dibebankan ke kita. Tapi untuk GST hotel dan restoran gak bisa direfund! Aneh ya.?! Untuk GST shopping juga yang nilai belanja-annya diatas S$100 yang bisa direfund taxnya. Kalau dibawah nilai itu, ya gak bisa!

What are they doing now? Shall we go home..? I'm so tired.

Jualan aroma therapi dan sejenisnya di Changi airport.

Asyiknya di Changi airport ada tempat mijit kaki gratis. Lumayanlah, setelah jadi backpacker 5 harian.

Air minum untuk umum, banyak ditemui di Changi airport. O ya, semua bekal minuman kita harus rela dibuang sebelum masuk ke pesawat. Katanya untuk alasan safety berhubung cairan bisa jadi dipakai untuk bahan peledak (biasa dipake teroris).

Dari kabin Lion Air Boeing 737-900ER, Singapore Changi - Soekarno Hatta Jakarta.
Selesai sudah liburan kita kali ini....capek deh...!!

Catatan pengeluaran total (5 hari, 4 malam): S$788 + Rp 4.905.000,-
Kalau di rupiahin, kira-kira Rp 10.295.000,- (all in)
Sudah termasuk biaya pengurusan paspor (3 buku, @Rp 270 rb), fiskal, tiket pesawat Air Asia Jakarta-Batam untuk 3 seat+ 1 infant: Rp 1.093.200,- dan tiket pesawat pulang (Lion air) dari Changi Singapore-Jakarta: Rp 2.527.000,- (3 seat+ 1 infant, cheapest at that time).
Catatan pengeluaran detil:
Day 1
- Taxi dari rumah (Kemanggisan) - airport : Rp. 70.000,- Tol : Rp. 15.000,-
- Airport Tax : Rp. 90.000,- Bagasi Air Asia : Rp. 15.000,-
- Taxi dari airport Hang Nadim ke penyeberangan ferry Batam Center:
Rp. 60.000,-
- Fiskal untuk 2 orang (anak free) : Rp. 1.000.000,-
- Ferry Pinguin PP incl. Sing tax : 2 adult x S$ 27 + 2 child x S$ 24,
cat: kalau beli di Hang Nadim, bisa lebih murah S$ 2 per tiketnya
- Perdana Ez Link 1 adult/2 child S$ 27
- Reload 4 voucher Ez Link S$ 40
- Mc. Donald S$ 10.50
- Nasi hainam+ Mie rebus S$ 7
- Air mineral S$ 3.30
- Makan malam S$ 7
- Air mineral + roti + srikaya S$ 9.10
Day 2
- Makan siang: Mie 2 x 2.50= S$ 5.00, nasi S$ 2.00, teh 2 x 0.90= S$ 1.80
- Bacang di Bugis S$ 2.50
- Belanja di Carrefour air mineral 2, juice, susu, permen, roti S$ 19.05
- Bacang di Carrefour 2= S$ 3.20 (lebih murah dari di Bugis tapi jauh lebih
enak Bugis...)
- Makan malam S$ 6.00
- Duren S$ 5.00 (duren Malaysia)
- Plastik Carrefour 2= S$ 0.20 (Yap, kantong plastik di Carrefour Singapura
kudu kita bayar @S$ 0.10)
Day 3
- Makan siang: mie S$ 3.00, nasi Briyani S$ 5.00, teh India 2 x 0.60=
S$ 1.20, roti cane 2 x 0.80= S$ 1.60
- Aqua + roti S$ 3.80
- KFC S$ 3.00
- Tiket Zoo + Jurong Bird Park S$ 87.50
- Beli souvenir di Mustafa Center S$ 98.00
- Sentosa train ticket 2 adult S$ 6
- Air mineral di Sentosa Island S$ 3.50 (muahalll )
- Makan malam S$ 3.30
- Air mineral + mie instant S$ 3.50
Day 4
- Mie instant S$ 2.00
- Air mineral + selai S$ 4.55
- Makan siang: nasi 2 S$ 6.60
- Es cream cornetto S$ 3.50 ( di Jakarta bisa beli 3 cornetto nih)
- Ba pao S$ 0.80
- Ez Link card reload S$ 10.00
- Makan malam S$ 9.10
- Minum 2 teh S$ 1.80
- Air mineral dll S$ 4.15
- Duren 2 box S$ 5.00
Day 5
- Hotel 5 days/ 4 nights + tax: S$ 256.80
- Makan siang: nasi + soup S$ 7.00, laksa S$ 3.00, minum 2 S$ 1.80
- Kue lobak 2 S$ 1.80
- Taxi airport Soekarno Hatta - Kemanggisan Rp. 75rb (incl tol +
airport charge)

* * * *

Kesan-kesan mengenai Singapore:
Pertama, sistem transportasinya sangat bagus, modern, dan diselenggarakan dengan sangat baik. Tidak banyak ruas jalan yang macet saya temui selama di Singapore.
Kedua, bersih. Dimana-mana pada umumnya relatif bersih, tidak banyak kotoran dan sampah.
Ketiga, hijau. Walaupun negara kota, tetapi saya merasa adem, banyak pepohonan dan taman, tidak gersang, walau udara panas tropik, tapi angin sejuk semilir....apa sih...?!
Keempat, banyak burungnya! Apaan coba...? Tapi emang iye, banyak burung-burung liar spt kutilang, murai, gagak, perkutut, dll. Sepertinya sepele, tapi kok kita merasa ada di dunia peradaban yang baik kalau lihat burung-burung bebas beterbangan di taman-taman, pohon-pohon, bahkan di jalanan. Gak ada yang usil nangkepin untuk di goreng di rumah, hehe...
Kelima, teratur. Apa-apa sepertinya sudah teratur. Tidak semrawut, ada kesan disiplin dan kesadaran masyarakatnya terhadap hukum, lingkungan, dan cara bermasyarakat.
Keenam, modern. Singapore sangat kental dengan nuansa modern. Di mall, di airport, gadget yang mereka pakai, dsb.
Ketujuh, terawat. Gedung-gedung tua, rumah-rumah lama, pokoknya yang kuno-kuno bisa ya terawat apik dan tidak terbengkalai, alias masih tetap digunakan. Jadinya asyik aja ngelihatnya....
Kedelapan, keanekaragaman penduduknya. Chinese, Melayu, India, Western people, Japanese, Arabian, Korean, Thai, Philipines, berbaur dan mudah ditemui dimana saja. Kayaknya cuma orang Afrika aja yang jarang saya temui selama disana.
Kesembilan, mahal. Harga-harga di Singapore umumnya 2~3 kali lipat harga-harga di Jakarta, yah untuk makanan, pakaian, transport, etc.
Kesepuluh, ramah. Iya, gak boong...bukan isapan jempol! Sebelumnya memang saya denger orang-orang Singapore itu gimana gitu....no care, angkuh, ataupun not welcome, tapi kayaknya enggak juga! Saya pernah buka-buka peta dijalanan, malam-malam, trus ada bapak-bapak Chinese yang nyamperin (padahal dia sebenarnya agak jauh dari kita, emang sengaja nyamperin), dia bilang; hallo, you guys seems lost in the city, anything I can do for you...? Buat saya ini sangat beda even dibandingkan dengan di Jepang sekalipun, kalau di Jepang mana ada yang kayak gitu, cuek aja, kecuali kalau kita yang pertama ngomong need help. Kalau di Jakarta gimana...??! Saya bilang; O, it's ok sir, we're just want to decide where to go among this interesting place to the another one. Are you sure...? Yes, we're fine, thank you. Ok, have a nice day....Trus ada lagi, di warung nasi chinese food, ada juga bapak-bapak yang selalu "in touch" sama si Lukas atau si Timmy. Mungkin dia senang sama anak-anak kali ye...kita beberapa kali makan disitu. Trus lagi, dibandara ada nenek-nenek (Chinese) senyum-senyum ramah and ngajak chat kita. Dia cerita kalau anaknya lagi diving ke Bali, dan cucunya dititipkan ke dia. Dia cerita aja terus...terakhir sebelum pisah gw bilang aja sama si Lukas; Kas...say bye-bye to granma....bye-bye granma...!! Anak-anak mudanya juga sopan and ramah selama di MRT ataupun didalam bus, kita kan bawa-bawa stroler masuk ke MRT atau bus selama disana. Jadinya agak mengganggu, tapi gak ada tuh yang protes atau berpandangan sinis. Semuanya simpatik. Malah kadang ada yang mencoba in touch ke anak-anak. Belum lagi cerita mengenai nonton Song of The Sea gratis, pokoknya mereka jauh lebih beradablah dibandingkan kita. Apa boleh buat....!
Kesebelas, English speaking. Singlish, Singapore sling lah...!

Singapore Sling.