Sunday, August 09, 2009

Landmark Kota Medan

Mau tahu apa-apa aja yang ada dikota Medan selain jajanannya?
Nih ada sedikit oleh-oleh buat nambah wawasan...

Becak motor. Di Medan, naik becak motor boleh memasuki jalan-jalan utama di tengah kotanya, walaupun dibeberapa jalan becak tidak boleh masuk. Selain becak motor ada juga becak engkol atau onthel. Tarifnya tergantung jauh dekat dan tawar menawar tentunya.

Tukang becak engkol.

Sun Plaza. Plaza termodern di kota Medan, untuk kalangan menengah atas. Sayang langit disaat pemotretan kurang bersahabat alias mendung gak karuan.

Ini bangunan apa sih? Sayang gak terawat, padahal keren banget lho...
Lokasinya masuk dari jalan disamping kantor Lonsum (London Sumatera).

Salah satu sisi bangunan itu.

Kantor Lonsum (London Sumatera) di Kesawan Square, perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Salah satu sisi Merdeka Square.

Ini giant clock kata si Lukas (gak ada yang ngajarin lho...bisa aja dia). Disimpang Glugur.

Gerbang masuk perumahan Citra Garden dijalan ke arah padang bulan.

Langit diujung landasan Polonia.

Dari ujung landasan Polonia, foto-foto pesawat yang take off ataupun landing.

Kesawan Square. Kalo malam lampu-lampunya semarak.

Rumah Tjong A Fie di kesawan square. Rumah kuno orang Chinese di Medan, dibangun pada tahun 1900.

Sisi lain rumah Tjong A Fie.


Ini juga.

Tower PDAM Tirtanadi, dibangun tahun 1908.

Didepan kantor PDAM Tirtanadi ini disediakan keran air siap minum lho...banyak orang yang ngambil air minum disini, gratis!

Titi gantung, di dekat stasiun kereta api kota Medan.

Sisi lain titi gantung.

Locomotif tua yang dijadikan monumen di stasiun kereta api kota Medan.
Locomotif ini buatan Amsterdam - Belanda, tahun 1913.


Diambil dari dalam locomotif.

Gereja Methodist dijalan Hang Tuah. Didepan gereja ini banyak jajanan yang enak-enak, karena ada sekolah Methodist dari TK sampai SMA.

Ini gak tahu bangunan apa? Di shot dari titi gantung stasiun kereta api.


Patung di kuil Shri Mariamman Medan, kuil ini dibangun pada tahun 1884.
Kuilnya orang Keling. Adanya di Kampung Keling, Medan.


Langit-langit kuil bagian luar.



Kuil kalo dilihat dari luar. Patung-patung itu artinya apa sih?

Masjid Al-Mashun, Masjid Raya kota Medan besar dan megah dibangun oleh kesultanan Deli tahun 1906.

Sisi lain Masjid Raya.

Istana Maimoon, rumah sultan Deli. Dibangun tahun 1886.

Teras diistana Maimoon.

Engsel dan pegangan jendela di istana Maimoon.

Langit-langit istana Maimoon.


View didalam istana. Yang terlihat seperti tenda kuning itu adalah singgasana sultan Deli.

Jendela.

Salah satu view didalam istana.

Pintu-pintu.

Salah satu sisi istana Maimoon.

Vihara Gunung Timur. Cuma jalan kaki dari sekolah Methodist.

Mejeng di vihara.

Salah satu view vihara.

Memasuki Vihara Gunung Timur.

Saturday, August 08, 2009

Jajanan Kota Medan

Sudah pernah ke Medan..?
Sudah coba jajanannya yang khas?
Kebetulan saya baru dari Medan, mungkin yang berikut ini bisa jadi referensi kalau mau mencoba apa-apa saja yang enak-enak dan khas di sana...
Oke...

Mie rebus Keling - Dewar. Isinya mie kuning (padat agak liat), ubi goreng yang dipotong kecil-kecil, tauge, telor rebus setengah, disiram kuah yang sangat kental (mungkin pakai kanji), sama kerupuk. Mangkalnya di jalan Sekip, antara apotek Fajar dan apotek Prima kalo gak salah... Harga seporsinya Rp 8.000 dan sate kerangnya Rp 2.000 per tusuk. Sebetulnya untuk mie Keling yang terkenal ya di kampung Keling, banyak yang jual disana...tapi sepertinya yang di Sekip ini lebih gurih rasanya dan juga banyak orang yang antri membelinya.
Kalo saya sih kurang suka menu yang satu ini, kesannya di lidah hambar, tapi tetap aja dibeli buat coba-coba walaupun sebelumnya dulu pernah makan yang dari kampung Keling itu.


Es kacang hijau Asan, rasanya gak terlalu manis...coba deh! Mangkalnya didepan gereja Methodist Hang Tuah. Segelas ini harganya Rp 4.000, katanya, si koh Asan ini udah lama banget berjualan di situ. Selain jualan berbagai minuman (es lengkong, es kietna, es buah, dll), dia juga jual rujak dengan gerobak sepeda engkolnya yang usang.


Martabak telor India, juga didepan gereja Methodist Hang Tuah. Rp 8.000 seporsi. Selain telor dan daging kambing cincang, roti cane juga masuk sebagai bagian adonannya dengan kuah kare kambing....gimana?!


Rujak Asan, Rp 8.000. Ternyata orang Medan doyan makan rujak! Banyak yang jual rujak disana. Ada yang mangkal, ada juga yang keliling dengan gerobak sepeda engkol. Yang terkenal, rujak kolam samping mesjid raya. Saya juga suka bungkus yang dari jalan Pasundan - Gatot Subroto, rujak Aceh, 8 ribu juga. Segeer di kota Medan yang panaaas...


Sate padang. Hampir menjamur di kota Medan. Yang ini saya foto dari yang mangkal depan gereja Methodist Hang Tuah, Rp 8.000 seporsi. Tapi yang lebih mantap, coba deh sate padang yang mangkal di supermarket Brastagi - Gatot Subroto. Adanya di halaman supermarket, Rp 13.000 seporsi. Daging satenya tebal, kuahnya gak cepat mencair, coba nikmati menu ini dengan kerupuk jange (kerupuk kulit). Sangat-sangat worth it, highly recommended!! Hayo pergi sekarang juga, coba..! Gw aja sampai di Jakarta, gak bisa tidur 2 hari mikirinnya...


Carmen ice cream, Tip-Top Restaurant, Rp 12.500 seporsi.
Restoran ini sudah berdiri sejak tahun 1934 lho...dulu yang sering datang menikmati hidangan di restoran ini adalah orang-orang Belanda dan kaum bangsawan kota Medan. Menu utamanya gak tau, soalnya cuma nongkrong disini makan ice cream dan cakenya aja...
Letaknya didepan - sedikit kekanan rumah "Tjong A Fie" di Kesawan Square.


Pansit atau Pangsit, ah sama saza lah itu...Rp 7.000-an seporsi.
Dimana-mana di kota Medan ada yang jual. Menjamur! Buat yang moslem, sebaiknya tanya dulu halal apa enggak, soalnya seperti diatas, yang merah-merah itu adalah daging B2 merah cincang...


Es campur Iwan, depan Gereja Methodist Hang Tuah. Rp 8.000 seporsi. Rasanya nano-nano!
Isinya ada alpukat, pisang, ketan item, nangka dan kawan-kawannya, santan kental, susu kental manis, dan es serut dikecapin sirop. Katanya sih si Iwan penjual aslinya sudah RIP, yang sekarang jualan mungkin anaknya. Tapi orangnya suka guyon n' joking gitu deh..., Bang satu makan disini ya...ah jangan makan disini lah, disana aja (sambil menunjuk bangku plastik). Bang hitunglah! Delapan ya...berarti 8 x 8 = 88 ribu aja..!


Mie Sop. Ini masakan mana sih? Sepertinya masakan Melayu Deli...Rp 20.000 seporsi. Daging sapinya sampai meluber keluar mangkok. Bisa juga pesen setengah, tapi saya gak tau harganya berapa? Nongkrong disini masuk ke kantong perut 2 porsi full, beberapa tusuk sate kerang, sepiring nasi, dan minum es tebu (sayang es tebunya sepertinya gak pake gula murni)! Muantaaap...
O ya, mangkalnya ya di depan gereja Methodist Hang Tuah.
Kalo ke Medan belum makan ini, itu sih cuma "omdo" omong doang..!


Sate kerang. Setusuk Rp 2.000. Buat cemilan, bisa gak terasa 25 tusuk sate kerang masuk ke usus besar...! Belinya dimana? Dipasar! hehe...


Cenil, lupis, dan mayong pakai kelapa parut dan disiram gula merah.
Lupis dan mayong sepotong Rp 500, cenil bisa minta sesuai selera takaran, minimal ya gopek lah... Beli dimana? Dipasar! Masa di Sogo - Sun Plaza?

O ya, ada satu lagi tempat beli oleh-oleh yang baru dari Medan; "Durian House".
Tempatnya di Sekip simpang Pabrik Tenun. Coba bolu gulung duriannya (Rp 42.000) n' pan cake durian (Rp 6.500 sebiji), rasanya, rasa durian! hehe...
And jangan dilewatkan juga, makan durian beneran ya....sampe teler dompetnya! Belinya dimana? Tanya aja orang Medan sana... :-)

Nah, gimana...? Kapan ke Medan? Gw titip ya...?!

Friday, August 07, 2009

Love Story in Titanic

Ketika Titanic tenggelam karena menabrak gunung es seperti kita lihat difilmnya, ada 4 orang cowok dan 4 orang cewek yang selamat dan terdampar disuatu pulau terpencil. Setelah selamat dan beberapa lama saling mengenal satu sama lainnya, ke-4 cowok dan ke-4 cewek itu saling jatuh cinta satu sama lainnya. Setiap cowok akhirnya bisa jadian sama salah satu dari cewek-cewek tersebut yang akhirnya dipulau itu hidup 4 pasang yang saling menyintai dan saling setia (tidak ada yang gak dapat pasangan ataupun punya pacar lebih dari satu orang).

Nah, ceritanya: cewek yang ditaksir mas Parno ternyata jatuh cinta ke Yongki. Cewek yang ditaksir Ali ternyata sukanya sama Jamban.
Cowok yang disenengin Meli jatuh cinta sama Nurlela. Retno kesemsem sama cowok yang senengnya sama Meli.
Retno gak suka sama Yongki karena jerawatan, dia juga sebel sama mas Parno karena tidak atletis.
Jamban gak suka sama Nurlela karena keriting. Siti sebel banget sama cowok yang ngejar-ngejar dia.

Pertanyaannya:
Si Ali jadiannya sama siapa?

attention: ini teka-teki serius, bagi yang gak suka asah otak disarankan skip aja postingan ini karena anda toh tidak suka dan akan sulit dimengerti, cuma membuat kepala anda pusing aja... :-)

Thursday, August 06, 2009

Yellow Ribbon

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukumnya tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.

Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.
Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes dari matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Tidak ada sehelai..... .
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh... seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!


Catatan:

Yellow ribbon di Amerika adalah lambang ,apabila seorang istri sedang menunggu seseorang yang disayanginya untuk pulang terutama dari medan perang. Kisah ini juga menjadi sangat terkenal di Amerika seperti sudah menjadi legenda sehingga sampai ada lagunya "tie a yellow ribbon round the old oak tree".