Sunday, March 22, 2009

Mancing di Laut

Sebetulnya weekend minggu ini gak punya rencana apa-apa, eh sekonyong-konyong abang ipar, lae bapak Hitcha kasi khabar ngajak mancing dilaut. Kebetulan di rumah lagi pada ngumpul sodara-sodara, Tulang dari Sidempuan yang lagi datang untuk ngadiri wisuda-an anaknya si Ari, trus ada juga lae bapak Clara yang kebetulan datang dari perjalanan dinas di Kalimantan, ngaso sebentar di Jakarta untuk kemudian pulang ke Medan. Karena diajak mancing ke laut, pulangnya dipostpone 1 hari. Kita pergi mancing...!!
Sabtu pagi kami berangkat dari rumah sekitar jam 5:45, jam 6:30 sudah sampai di Tanjung Pasir untuk menyeberang naik perahu ke Pulau Untung Jawa. Di Pulau Untung Jawa, sewa perahu sekitar Rp 150rb sampai Rp 200rb untuk perahu kecil, muat untuk 7 orang (kami ber-6 plus si pemilik perahu). Dari Pulau Untung Jawa, perahu berlayar ke tengah laut kelokasi spot mancing yang banyak ikannya (daerah terumbu karang atau rumpon becak). Dari pagi sampai sore, dari satu lokasi pemancingan ke lokasi lainnya, dari yang lautnya dangkal sampai ke yang dalam, dari yang ombaknya tenang ke ombak besar (ini yang membuat sebagian dari kami ketar-ketir, sampai akhirnya minta perahu agak menepi mendekati pulau trus akhirnya pulang)...lumayan juga buat pengalaman mancing pertama kali ke laut.
O ya, lokasi Tanjung Pasir ini juga merupakan lokasi wisata di daerah Cengkareng/Dadap, dekat Bandara Soekarno-Hatta. Kalau Bro n' Sis mau kesana, sebelum masuk ke kawasan bandara keluar di pintu tol yang baru dibuka (saya lupa namanya), pokoknya yang ke arah Dadap. Trus belok kanan nyebrang tol melalui jalan layang, tanya-tanya aja ke arah Tanjung Pasir. Dari pintu tol itu sekitar setengah jam kalau gak terlalu macet, sudah sampai di Tanjung Pasir.
Masuk lokasi, bayar retribusi masuk Rp 3000 per orang, dan mobil Rp 5000. Tempat parkir mobil dan motor tersedia cukup luas dan kelihatannya cukup well manage, kira-kira amanlah...kendaraan kita bisa ditinggal menginap kalau mau melaut 1 malam ataupun mau menginap di Pulau Untung Jawa. Di Area Tanjung Pasir ini banyak warung-warung makan seafood yang menyediakan bale-bale untuk selonjoran sambil menikmati angin laut dan suasana pantai (banyak pasangan yang datang kesini, bersantai di bale-bale itu, asik juga...).
Dari pantai Tanjung Pasir, nyebrang ke Pulau Untung Jawa, ongkosnya Rp 7.500 sekali nyebrang. Kira-kira 25 menit sampai di pulau. O ya, tanya-tanya aja orang disana, tempatnya perahu nyebrang ke pulau yang biasa ngangkut sayur! Soalnya kalau salah tempat, bisa dimahalin berkali-kali lipat. Sewa perahu untuk mancing juga sebaiknya jangan di Tanjung Pasir, tapi cari aja di pulau, jauh lebih murah juga lebih jujur mengenai lokasi spot ikan dan tidak bersungut-sungut dalam membantu pemancing pemula seperti saya...hehe...
Sampai di pulau, langsung pindah ke kapal kecil untuk mancing ketengah laut...enjoy fishing deh.
Dipulau Untung Jawa, ada juga lokasi tempat bermain untuk anak-anak, bisa sambil berenang di pinggir pantai. Airnya lumayan jernih dibanding pantai Ancol, tapi masih lebih jernih di Pulau Pramuka dan sekitarnya (masih sekitar 1 jam lebih ke tengah laut dari Pulau Untung Jawa). Kalau kita menginap dipulau, bisa juga...sebagian penduduk disana ada yang menyewakan kamar ataupun rumah sederhana sekedar untuk bermalam 1 atau 2 malam. Ratenya sekitar Rp 150rb sampai Rp 200rb untuk kamar permalam, bisa diisi untuk 2 keluarga, lumayanlah untuk piknik murah ke pulau...!! Warung makan dan minuman juga ada kok, gak usah khawatir...menurut saya, kalau belum pernah, asik jugalah piknik bawa keluarga kesini...cukup murah meriah...
Makan nasi dengan sepotong ayam goreng Rp 8rb, lucunya mau beli telor asin eh gak dikasih...katanya gak bagus alias pantangan kalau mau pergi mancing, nanti hasil tangkapannya sedikit...walah, padahal udah ngiler ngeliat tuh telor bebek!
Pulau ini gak terlalu besar, paling-paling hanya didiami sekitar 40-an keluarga, jadi kalau mau mengeksplor seluruh daratan pulau, 30 menit kayaknya sudah bisa keliling semuanya deh. Penduduk pulau menurut saya cukup ramah, malah terkesan lugu dan polos, beda dibandingkan orang-orang didaratan Tanjung Pasir sekalipun (jaraknya hanya sepandangan mata saja).
Kapan-kapan mancing lagi ah...
N' photo-photo juga... :-)

Mendekati Tanjung Pasir, kita beli umpan mancing dulu; udang hidup!
Harganya sekitar Rp 20rb sampai 40rb sekantong.

Perahu yang mengangkut sayur mayur ke pulau.

Berlayar ke pulau.

Perahu yang seperti ini yang kita naiki menuju ke pulau, ongkosnya Rp 7.500 sekali jalan. Lokasinya sama dengan tempat perahu-perahu yang mengangkut sayur mayur dan kebutuhan sehari-hari dari Tanjung Pasir ke Pulau Untung Jawa.

Dermaga Pulau Untung Jawa.



Becak-becak mengangkut barang-barang kebutuhan sehari-hari dari dermaga ke warung-warung di pulau.

Laut biru terlihat di kejauhan.

Perahu ini yang kami naiki untuk mancing ke tengah laut. Sewanya antara Rp 150rb sampai Rp 200rb, dari pagi sampai sore atau malam, tergantung tawar-menawar dan kesepakatannya.


Tulang par Sidempuan.


Lae bapak Clara.

Idaman?

Perahu ini agak gedean, berlayar dari dermaga Muara Angke menuju kawasan Pulau Pramuka. Dulu ongkosnya Rp 25rb perorang (th 2007), 2.5 jam perjalanan.

Ke Pulau Pramuka aku menuju...

Perahu nelayan, cari ikan,...ikan mana ikan...

Kalau yang ini bukan cari ikan, tapi angin laut kali...

Dapat ikan kecil...

Awak perahu nyantai...



Perahu-perahu tambat di dermaga.


Dipulau ada becaknya lho...

Koridor dermaga menuju pulau.

Mancing di pinggir dermaga.

Pacaran di pinggir dermaga asik juga...

Woi wakil rakyat...bagaimana nasibku ini...???

Awak perahu, mati dalam hitungan menit?

Perahu mau bersandar ke tepi.

Perahu untuk kampanye?


Meniti jalan menuju daratan.

Karunia Illahi.

Pantai Tanjung Pasir, agak kotor ya...?!


Bangkai perahu, habis manis sepah dibuang.

Repair n' maintenance.

Tukang gorengan.

Otak-otak...


Sepeda dipagar bambu.

Suasana pantai Tanjung Pasir.

Banyak embeknya juga....mbeeeek...!!

Parkiran motor.

Dari pada bengong, mampir dong!!

Jualannya warung-warung di pantai Tanjung Pasir.

Hasil tangkapan, kecil-kecil ya..?!
Yang gedenya ada juga dong..tapi udah dipisahin mau digoreng, hehe...

Wednesday, March 18, 2009

Voucher Carrefour

Saya mengalami kejadian yang unik mengenai Voucher Carrefour. Ceritanya 2 hari yang lalu, saya menggunakan Voucher Carrefour 100-rb. Kasir-nya bilang maaf, voucher anda tidak bisa digunakan. What??

Ternyata karena voucher saya ada dua sobekan 0.5cm dan ada lipatan karena saya menaruh-nya di dompet selama sebulan. Kondisi voucher sendiri, tidak ada potongan yg hilang dan semua tetap jelas terbaca. Seperti duit kertas saja yang tidak licin-mulus lagi.

Saya kemudian minta bicara dengan supervisor, tetapi ditolak. Naik banding lagi ke Kepala Kasir. Dia menjelaskan bahwa kalo mereka menerima, voucher itu tidak bisa di- klaim di pusat karena cacat fisik maka mereka yang akan nombok nantinya.

Tentu saja saya tidak bisa menerima argumen itu. Sama kepala kasir-nya saya ditunjukan ketentuan di belakang voucher itu. Memang ada (point ke 5 atau 7) bahwa “voucher void bila kotor, sobek dst..”

Saya tetap yakin bahwa secara logika, yang dimaksud adalah bila sobekan-nya menyebabkan voucher tersebut tidak dapat di-identifikasi lagi. Bukan ’sobek’ yang seperti punya saya. Yang lucu-nya, terms and condition-nya ditulis dengan bhs Inggris dan Indonesia. Versi bahasa Inggris-nya adalah “dirty, un-readable ..” diterjemahkan menjadi “kotor, sobek..”

Anyway, Kepala Kasir-nya tetap menolak karena dia sudah coba menelepon supervisor-nya tetapi saya tetap ber-anggapan dia tidak mau repot dan mem-perjuang-kan voucher saya. Bagaimana saya yakin, yang di pusat toh tidak dapat melihat secara visual bagaimana kondisi voucher-nya, hanya mengandalkan bagaimana deskripsi si Kepala Kasir yang notabene sudah gak mau repot.

Akhirnya, saya bilang,”Ok. Saya tidak bakal merepotkan bapak. Cuma tolong bikinkan berita acara, tulis tanggal, nama, kontak, jabatan anda dan bahwa anda menolak voucher dengan nomer sekian.” Sepertinya dia berpikir saya cuma menggertak, dia balas meminta identitas, saya berikan aja. Mau kirim ke Surat Pembaca Kompas ya, pak?

Saya katakan, tidak. Saya tahu bahwa kans dimuat sangat kecil. Yang akan saya lakukan adalah memotret voucher tersebut dan mengirim email ke setiap orang yang saya kenal dan semua email Carrefour dan competitor-nya yang berhasil saya dapatkan, baik di Indonesia maupun LN. Biar mereka yang menilai kasus ini.

Voucher adalah sarana promosi dan memberikan cash-advance bagi perusahaan tersebut. Bila sobekan kecil saja, mereka berani menolak artinya perusahaan sebesar Carrefour ‘mengharapkan’ uang void.

Akhirnya saya tutup dengan final blow.. “Jika ada petinggi Carrefour Jakarta yang malu karena itu, bapak tahu kan kira-2 siapa yang akan di-korban-kan?”

Dia tertegun sejenak, kemudian berkata, “Coba saya telpon Pak “X:. Dari tadi gak masuk terus.” Dan seperti yang saya duga, kali ini sang Kepala Kasir men-deskripsikan voucher saya dengan sangat “berbeda”.

Anyway, saya hanya menaruh inisial tempat dan kepala-kasir tsb karena toh saya sudah mendapat hak saya. Cuma ingin share saja, kalo temen-2 ada yang merasa dirugikan karena kasus serupa, perjuangkan hak anda!

Terakhir, saya sempat keluarin HP buat motret, tapi buru-2 voucher saya di-masukan ke laci.

 

Just for sharing…

Diambil dari http://janganserakah.com         

Comment on “Celoteh: Pemenang kontes voucher Carrefour Rp 100 ribu”, by Tom.

Sunday, March 15, 2009

Jogging Pagi

Hari ini kami bangun sengaja agak pagi buat jogging sekaligus hunting photo di sekitar Monas dan Bundaran HI. Beberapa hari sebelumnya, saya ngobrol sama temen dikantor kalau hari ini bakalan ada 'fun bike' dengan rute dari Senayan menuju Bundaran HI. Wah, asik juga kan kalau bangun pagi, gerak badan sambil hunting photo disini...
Susahnya bangunin si abang Lukas, wuih...ngomel n' cembetut terus gak karuan...
Timmy, ngomel sebentar tapi langsung tune in lihat papinya siapkan kamera n' maminya udah dandan menor ready to go.
Dari rumah naik taksi Rp 17rb udah nyampe di Bundaran HI. Nungguin yang 'fun bike' gak muncul-muncul, ya udahlah, kita jalan aja sepanjang jalan Thamrin menuju Monas.
O ya, biasanya sepanjang Jl. Thamrin menuju Monas setiap Minggu pagi tertutup bagi kendaraan bermotor (kecuali busway), tapi mobil/motor masih bisa lewat jalan itu di sisi sebelah kiri. Sebagian besar bahu jalan (disisi kanan) bebas dari kendaraan bermotor dan digunakan buat masyarakat yang mau jogging pagi. Asik juga kita bisa jalan-jalan di jalan raya utama kota Jakarta itu sambil lihat-lihat gedung tinggi. Dari sekitar jam 6 pagi, orang-orang sudah ramai jogging disini. Ada juga yang bawa sepeda aneh-aneh yang bisa membuat kita terhibur sedikit...
Sayangnya kita jangan terlalu berharap banyak buat kesegaran udara pagi di Jakarta yang tercinta sekaligus terkutuk ini...hehe...payah!!

Mulai dari Bundaran HI menuju Monas, jalan 'agak' terbebas dari kendaraan bermotor.
Dari Bundaran HI ke arah Sudirman, gak tau deh...

Lihat-lihat gedung tinggi...norak ya..?!

Ini patung kuda didepan gedung Indosat, dekat Monas.

Ayo goyang...duyung...ikuti iramanya....asik..! asik..!

Mejeng dulu ah..

Kuda delman di Monas.

Ngaso dulu sambil makan kue pukis kelapa.

Delman lagi.

Kuda yang menjadi andalan mengais rejeki sehari-hari...

Ini dia yang jualan kue pukis kelapa...bener gak sih namanya?
5 pcs = Rp 2rb.

Gedung BI yang megah...

Masih ada aja bis surat kayak begini...

Naik bajaj rame-rame...

Pulangnya sarapan ketupat sayur, pake tahu n' telor Rp 5rb.

Minumnya mix coffee cream, Rp 2rb.

Pulang naik Bajaj, nawar, Rp 15rb sampai deh dirumah lagi...

Sunday, March 08, 2009

Posting ke 100

Ya, tak terasa akhirnya sudah sampai juga posting kali ini tercatat sebagai posting yang ke-100 kalinya diblog ini. 
7 Maret 2009, selain Lukas ulang tahun, juga ada pesta married Lia boru Manalu dan Adi. Lia ini bisa dibilang adik angkatnya PapiLukas lho...ssst ceritanya panjang!! Gak usah dibahas disini lah..
Pestanya meriah, ramai, dan tentu photo-photo donk, kan bawa Nikon D80 n' lensa Nikkor 50mm f/1.4D (no flash).

Lempar bunga ke tamu-tamu yang masih single, supaya ketularan, katanya...

Kak Susan & Kak Uchi

Anak-anak mejeng...

Sasha joged dangdut.

Grace pasang aksi...

Grace n' Kristin.



Grace lagi...



Deska malu-malu...

Saturday, March 07, 2009

Lukas' 5th Birthday

Hari ini, 7 Maret 2009, Lukas ulang tahun yang ke-5. Tapi seharian ini gak tahu kenapa mukanya cembetut terus, payah! Mungkin karena sariawannya yang belum sembuh benar, mungkin juga karena papinya lagi bokek, nah lho...
Dulu, waktu Lukas ultah yang pertama, kami janji mau ngadain party lagi untuk dia buat birthday yang ke-5. Tapi apa boleh buat papinya lagi bokek hehe...
Lagipula ultahnya yang ke-5 ini tepat dihari Sabtu, sekolah libur! Seninnya juga tanggal merah, libur! Masa mau dirayain di hari Jum'at...kan belum genap 5 tahun?? Apalagi hari Selasa, udah kelamaan...
Ya udah, dirumah aja. Emaknya bikin nasi kuning tumpeng and cake birthday.nya seperti terlihat dibawah ini sodara-sodara...




Lukas, happy birthday cembetut...

Yang digelas itu bukan minuman, tapi puding! Saya aja ketepu...




Beli mainan di toko Hans, Asemka.


See the assembly instruction...