Thursday, July 16, 2009

Mengapa Cincin Kawin Ditaruh di Jari Manis?

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar-benar membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan
Cina):
1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar).

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

4. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

5. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak-anak. Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.

6. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup, anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain. Cinta suami isteri kekal abadi.

7. Sedangkan jari tengah mewakili kita.


Why Wedding Ring Worn on The Fourth Finger?

There is a beautiful and convincing explanation given by the Chinese…
Thumb represents your Parents
Second (Index) finger represents your Siblings
Middle finger represents your-Self
Fourth (Ring) finger represents your Life Partner
And the Last (Little) finger represents your children


Firstly, open your palms (face to face), bend the middle fingers and hold them together - back to back.

Secondly, open and hold the remaining three fingers and the thumb - tip to tip (As shown in the figure above).

Now, try to separate your thumbs (representing the parents), they will open, because your parents are not destined to live with you lifelong, and have to leave you sooner or later.

Please join your thumbs as before and separate your Index fingers (representing siblings), they will also open, because your brothers and sisters will have their own families and will have to lead their own separate lives.

Now join the Index fingers and separate your Little fingers (representing your children), they will open too, because the children also will get married and settle down on their own some day.

Finally, join your Little fingers, and try to separate your Ring fingers (representing your spouse).

You will be surprised to see that you just CANNOT....., because Husband & Wife have to remain together all their lives - through thick and thin!!

Wednesday, July 15, 2009

Cara Mengikat Tali Sepatu
















Tuesday, July 07, 2009

Berbuat Baik Ke Binatang

Dahulu kala ada seorang tua bernama Chu Ping. Dia adalah orang yang baik hati, juga terhadap hewan.

Suatu hari dia pergi mengunjungi keluarganya. Ketika dia sampai di sana, keluarganya sedang menyeret keluar 4 ekor anak anjing.

"Apa yang akan kau lakukan terhadap mereka?" Chu Ping bertanya.
"Saya akan membuang mereka. Anjing kami melahirkan empat ekor anak anjing, dan kau tahu orang-orang berkata 4 ekor anak anjing dalam sekali persalinan adalah sial, jadi saya akan menyingkirkan mereka sekarang."

"Apakah kau mau memberikan mereka kepada saya?"
"Itu kemauanmu. Silahkan!"

Ini adalah bagaimana Chu Ping menjadi pemilik yang bangga dari 4 ekor anak anjingnya yang lincah. Dia merawat mereka dengan baik dan suka bermain dengan mereka, tidak lama kemudian, mereka telah tumbuh menjadi 4 ekor anjing yang kuat dan sehat.

Suatu sore ketika Chu sedang duduk di rumah, dia mendengar suara bisikan di rumput di luar. Suara semakin mendekat, dan semakin keras suaranya. Pertama-tama terdengar seperti bisikan, lalu semilir angin, kemudian terdengar seperti angin kencang yang bertiup melewati lembah! Chu keluar untuk menyelidiki, dan di sana, beberapa langkah dari pintunya, dia melihat seekor ular python besar! Tubuhnya seukuran roda. Dia melihat sekeliling dengan ganas dengan matanya yang besar dan garang, dan lidahnya yang merah menyala menjulur keluar, mengeliat.

Lalu dia melihat Chu! Seperti panah meluncur dari busur, dia menyergap lurus ke arahnya! Chu tidak dapat bergerak. Dia terlalu takut bahkan untuk berteriak. Kemudian, sewaktu dia seperti akan binasa, keempat anjingnya datang terbang ke arah ular tsb. Mereka meloncat menuju ular tersebut, seperti tidak takut pada monster yang mengerikan ini, menggonggong dan menyalak sambil menyerang dari empat sisi.

Keributan itu mengundang para tetangga. Tidak ada yang berani mendekati python tersebut, tetapi mereka semua bersorak untuk keempat anjing yang berani tsb dari kejauhan.

Dengan amat cepat, 2 ekor anjing telah menggigit leher ular itu. Mereka terlalu dekat dengan kepala ular sehingga ular itu tidak bisa mengigit mereka.
Darahnya memancar ke udara dan sesaat kemudian, python besar itu mati.
Anjing-anjing itu memeriksa matanya sebentar, mengendus dengan hati-hati...

Lalu mereka dengan sikap merendahkan mengorek tanah ke atas mayat ular tersebut, dan datang ke arah Chu dengan lidah terjulur ke luar, sambil menggoyang-goyangkan ekor.

Semua tetangga bertepuk tangan ketika Chu Ping berjongkok untuk menepuk anjing-anjingnya. Mereka menjilat lengan dan wajahnya.

"Siapa berkata 4 ekor anjing sekali lahir tidak beruntung?" Chu Ping bertanya pada anjing-anjingnya. "Tidak terpikir olehku ketika aku menyelamatkan kalian, suatu hari kalian juga akan menyelamatkan nyawaku!"

-authors unknown-

Sunday, June 28, 2009

Karnaval Jakarta 2009

Karnaval Jakarta 2009 diselenggarakan di hari Minggu, 28 Juni 2009 berupa pawai kendaraan hias, mobil kuno, sepeda onthel, dsb. Ada juga panggung Betawi didepan hotel Grand Indonesia Kempinsky. Dijadwalnya sih, pawai dimulai dari pk 16:00 dilepas dari depan balai kota Jakarta jl. Medan Merdeka Selatan menuju jl. Thamrin. Nah, kami ngetem dan "mencegatnya" di bundaran HI. Rasanya gak terlalu terlambat kami datang, tapi kok kendaraan hiasnya cuma sedikit yang lewat ikut pawai. Sepertinya lebih meriah di acara yang sama tahun lalu. Ya sudahlah, enjoy Jakarta...katanya, lihat-lihat kerumunan orang banyak berjubel nonton pawai yang cuma sedikit itu. Sepertinya penduduk Jakarta sangat kurang hiburan gratis yang merakyat seperti acara ini ni...gimana tuh Bang Foke..?!

Jam berdetak, Lukas mejeng.




Pawai kendaraan hias.

Bundaran HI, berjubel orang mau nonton pawai.

Patung artistik didepan Plaza Indonesia.


Beberapa sisi Grand Indonesia.




Mami Lukas & Lukas mejeng.

Saturday, June 20, 2009

Bunga Bakung

Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal...
Tapi Tuhan dandani...












Diambil dengan Nikon D80, Nikkor 18-200 lens.
Lokasi di taman kantor, siang hari.

Sunday, June 14, 2009

Reuni SMP 139 Jakarta

14 Juni 2009, ada reuni akbar SMP 139 (toegalan - satoe tiga sembilan) Jakarta. Mungkin ini reuni akbar yang pertama dari SMP saya dulu. Dari angkatan lulus 1983~2008 dikumpulkan di gedung gelanggang remaja Jakarta Timur - Youth Center. Saya, angkatan lulus 1987, bersama teman-teman seangkatan lainnya hari itu bertemu kangen, mungkin ada sekitar 60 orang (seangkatan). Selesai acara digedung, masih belum puas, lanjut lagi ngumpul makan sore di Bakso Golek Dewi Sartika. Hmm, yah, lumayan juga flash back ke masa-masa masih pake celana kutung dulu. Bertegur sapa, berakrab ria, walaupun gak tahu lagi namanya siapa...?! Yah, sambil bersalaman sambil sebut nama masing-masing lah...
Ada juga yang wajahnya gak berubah, begitu-gitu aja...kok bisa ya? Ada yang dulunya gede, kok sekarang jadi menciut, gedean gw..?!

Buat saya, masa-masa sekolah di SMP lebih berkesan dibanding masa sekolah lainnya. Ya, sepertinya begitu...gak tau kenapa..
Sekolah kami adalah sekolah negeri yang cukup sederhana di kawasan Perumnas Klender di Jakarta Timur, tepatnya di Jl. Bunga Rampai X. Walaupun sederhana, banyak sekali memori yang terekam disekolah ini yang hingga sekarang sulit untuk dilupakan.
Dulu, menjelang akhir masa sekolah, mungkin kelas 2 atau kelas 3, kami bersahabat sangat kental 4 orang; Saya, Rio Zakaria Intan, Agus Setiawan (Landung), dan Denny Wahyu Haryanto (2 yang terakhir alumni STPDN dan jadi lurah dan camat di Jakarta). Kemana-mana diluar jam belajar sekolah, kami isi waktu kami dengan bersepeda BMX, baca novel 5 sekawan, trio detektif, hardy boys, agatha christy, kho ping hoo (cerita silat), bahkan sampai sidney sheldon. Markas kami di rumah neneknya Rio, di Jl. Delima V Gg. 7 - Perumanas Klender. Rumah biasanya kosong, jadi tempat kami baca-baca novel dan berleha-leha sehabis main sepeda.

Beberapa kenangan yang gak bisa terlupa; sewaktu saya dibanting Agus (bercanda) sampai terpelanting menjebol dinding penyekat ruangan kelas (3A-3B). Saya tepat jatuh dibawah kaki Pak SS (Saripin Simanjuntak) guru Matematika kami yang sedang mengajar di kelas sebelah (3B). Tak terbayangkan apa yang terjadi kalo anak itu bukan "saya". Pak SS terkenal guru paling galak, sangar, suaranya khas logat Batak yang bisa bikin jantung murid-murid dag-dig-dug (apalagi kalau beliau menunjuk satu anak untuk mengerjakan soal didepan), sangat disegani! Kalau lagi ulangan, beliau suka naikan kursinya diatas meja, pakai kaca mata rayben gelap sehingga anak-anak gak tahu matanya mengarah kemana (atau mungkin tidur?), cukup eksentrik! Begitulah, apa yang terjadi kalau anak itu bukan "saya"? Tapi semua tahu kalau saya adalah murid kesayangan beliau. Saya selalu mendapat nilai baik untuk Matematika. Saya selalu murid paling terakhir yang diminta maju kedepan mengerjakan soal bila yang lain sudah menyerah. Saya tidak segan kepada beliau untuk urusan Matematika! Pernah satu ketika, saya mengoreksi kesalahan beliau; satu soal hasil ulangan saya dinyatakan fault, tapi saya gak puas dan coba utak-atik lagi. Hasilnya, saya protes keras dikelas ke beliau. Bahas soal sama-sama, dan saya yang benar. Efeknya, beliau harus mengoreksi nilai seluruh kelas karena itu soal pilihan berganda yang distate jawaban yang salah oleh beliau. Dulu, pak SS biasa panggil saya si "Ogut" karena setiap kali saya tunjuk tangan untuk mengerjakan soal kedepan, saya selalu bilang "Ogut pak...!!" O ya, NEM Matematika saya juga yang tertinggi disekolah waktu itu loh, kalo gak salah 9,64 dan beliau puas. Sayang pak SS tidak hadir di reuni akbar hari itu, khabarnya terserang stroke.

Hal lain yang selalu teringat adalah ketika pelajaran seni musik, bu guru mengajak kelas menyanyikan satu lagu nasional. Dimulai dari ketukan dari meja bu guru, sampai secara spontan seluruh kelas ikut-ikutan mengetuk-ngetukan sesuatu mengikuti irama lagu. Ada yang ke meja, ke lantai, tepukan tangan, ke kaca, dsb. Hal yang luar biasa, sungguh irama ketukan anak-anak satu kelas itu berpadu dalam harmoni yang sangat pas sekali bersama lagu yang kami nyanyikan!! Itu pertunjukkan live music yang paling indah yang pernah saya dengar seumur hidup sampai saat ini, unforgetable.
Bicara soal musik waktu SMP dulu, kami empat sekawan adalah penggila The Beatles. Hampir semua koleksi lagu The Beatles kami punya, juga buku lyrics dan chord guitarnya. Dalam hal ini si Rio yang paling "gila". Banyak lagu-lagu The Beatles yang dia hapal, dan menurut saya suaranya juga lumayan OK lah. Dia juga pintar main harmonika. Si Rio sering bawa harmonika ke sekolah dan suka "show up" sebisa-bisanya. Saya agak lupa, sepertinya saya dan Rio pernah nyanyi lagu The Beatles didepan kelas saat pelajaran seni musik. Saya main gitar, Rio harmonika. Twist n' Shout.....!!!

Disepanjang tahun saya kelas satu, mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau saya berjualan koran keliling, ya masih diseputaran Perumnas Klender juga. Awalnya hanya iseng-iseng aja, tapi eh keterusan sampai satu tahun penuh (berhenti berjualan karena naik kelas dan harus masuk sekolah di pagi hari). Setiap hari, saya bangun pk. 5 pagi, kembali kerumah paling cepat jam 9 pagi, kadang sampai molor hingga jam 11:30 siang mendekati jam masuk sekolah (kelas satu waktu itu masuk siang hari). Begitu terus full 7 hari dalam seminggu. Kenangan yang gak bisa dilupa waktu itu, hmm...saat saya bawa sepeda pulang kerumah hasil jerih payah sendiri (beli sepedanya juga sendiri..) n' juga beli meja belajar yang keren sekali waktu itu, hasil keringat sendiri! Bayar iuran sekolah dan segala tetek bengeknya sendiri full 1 tahun. Belum lagi kasih uang ke ortu buat belanja sayur setiap hari, ah itu sih klise lah... :-)
Yang saya ingat, ada teman cewek dari kelas lain yang tahu kalau saya berjualan koran, dan dia bersimpati trus bilang ke ortunya supaya mereka berlangganan koran ke saya. Yah, cewek itu salah satu langganan saya yang setia, mereka berlangganan bulanan. Saya mengantar koran kerumahnya setiap pagi, dan saya selalu konsisten lho! Sepertinya tidak pernah saya bolos mengantar koran di sepanjang tahun itu.
Koran...koran...poskota...kompas...sinar pagi...koran...hehe...
Satu lagi yang saya ingat saat masih berjualan koran dulu; saat pelajaran menggambar (gurunya pak Joko kribo), tema pelajaran waktu itu adalah garis proyeksi. Saya menggambar dirumah, mendapatkan ide dari salah satu majalah yang saya jual, saya menggambar garis proyeksi yang membentuk ruangan kamar lengkap dengan segala kelengkapan dan accessories.nya yang mewah (gorden, meja, kursi, lampu hias, patung, dsb), memang saya ambil dari foto satu ruangan hotel mewah dimajalah. Hasilnya, saya dapat point 10, ya... 10 (s e p u l u h) sodara-sodara...dan gambar saya itu dipajang cukup lama di mading (majalah dinding) sekolah waktu itu!

Di kelas 2 (2H), kami juga jagoan main sepak bola. Seluruh kelas seangkatan (8 kelas) takluk! Bahkan beberapa kelas diatas juga bernasib yang sama. Kami selalu menang taruhan yang hasilnya buat sekedar beli minuman dan gorengan. Saya kipernya! Selalu...

Memasuki kelas 3, saya ingat tiap hari berangkat sekolah selalu berbarengan dengan Denny WH karena rumah kami berdekatan. Yang juga tak terlupakan, ada cewek adik kelas kami yang juga berjalan satu arah di rute yang sama menuju sekolah setiap pagi. Nah, masalahnya cewek ini, sebut saja miss "M", orangnya sangat pemalu sekali. Maklum, dari suku Jawa tulen yang masih berpegang pada aturan keratonan kayaknya sih..., setiap pagi selalu kami berpapasan jalan, dan kami selalu mensetup sedemikian rupa sehingga kami selalu berjalan dibelakangnya. Nah, kalau sudah masuk "perangkap", kami selalu jaga jarak yang selalu sama mengikuti langkahnya yang kelihatan gusar. Berjalan dibelakang sambil ngobrol keras-keras atau menjejakkan kaki keras-keras seperti batalyon berkuda. Miss "M", pasti makin kikuk dan semakin gusar, mempercepat langkahnya jadi seakan-akan berlari, hehe...kami selalu mengikuti irama dan tidak pernah ketinggalan langkahnya! Sapa sangka memasuki SMA, saya jadi jatuh hati sama teman karibnya yang manis dan cantik, berkacamata, yang juga sama-sama dari suku Jawa yang kelakuannya hampir sama seperti miss "M" ini...capek deh... (Miss "M", teman karibnya, dan saya satu sekolah lagi di SMA). NB: saya juga sebetulnya sangat pemalu, apalagi kalau berhadapan sama cewek pada waktu itu... :-))
Jadi, para pembaca yang budiman...su tau too lagu apa yang selalu saya nyanyikan di masa-masa SMA:
Can't you see
I love you
Please don't break my heart in two
That's not hard to do
'Cause I don't have a wooden heart...
And if you say goodbye
Then I know that I would cry
Maybe I would die
'Cause I don't have a wooden heart...
There's no strings upon this love of mine
It was always you from the start...
Treat me nice
Treat me good
Treat me like you really should
'Cause I'm not made of wood
And I don't have a wooden heart...
(Wooden Heart - Elvis Presley)

Hu..hu...hu...huaaaaaa.... :-))

O ya, begitu lulus SMP, baru beberapa hari masuk SMA, ada lho yang kasih surat cinta monyet ke saya...sapa ya? Saya menjulukinya "Thumbelina". Sapa dia...??! Hehe...ternyata di SMP ada juga yang diam-diam gak bisa tidur mikirin saya...
Hmm, puas juga mengeksplor memori semasa SMP lagi...terima kasih panitia...

Halim ditengah, Yahya "kumis" disebelah kiri Halim





Guru-guru SMP 139


Hikmawati




Lydia, wajahnya juga gak banyak berubah...awet!



Kepala sekolah dulu, Bpk Soenarto

Nuning





Katherine (yang pake topi)..?

Lho...?!


Maesaroh, masih tomboy


Bang Karna, penjaga sekolah yang "terkenal" itu...


Dian (ditengah), Hikmah (dikanan)

Yang pake kerudung no.3 dari kanan itu Holly "si rambut kuncir". Beda ya..?!


Pak Drajat, guru Elektronika


Rio Zakaria Intan




Saturday, June 13, 2009

Street Hunting KTB Jepret di Kota Tua


Sepeda onthel


Gouverneurs Kantoor

Hio

Museum Fatahilah


Berdoa di klenteng

Lilin klenteng

Soto mie Bang Didi

Jendela-jendela

Jendela

Meriam

Kakek dan cucu


Pengemis tua tertidur

Lampu malam

Jendela


Museum Fatahilah

Tukang Ojek Sepeda

Tukang Ojek Sepeda

Tukang Kayu

Tukang Ojek Sepeda

Pengemis

Main catur

Memperbaiki sepeda