Wednesday, March 18, 2009

Voucher Carrefour

Saya mengalami kejadian yang unik mengenai Voucher Carrefour. Ceritanya 2 hari yang lalu, saya menggunakan Voucher Carrefour 100-rb. Kasir-nya bilang maaf, voucher anda tidak bisa digunakan. What??

Ternyata karena voucher saya ada dua sobekan 0.5cm dan ada lipatan karena saya menaruh-nya di dompet selama sebulan. Kondisi voucher sendiri, tidak ada potongan yg hilang dan semua tetap jelas terbaca. Seperti duit kertas saja yang tidak licin-mulus lagi.

Saya kemudian minta bicara dengan supervisor, tetapi ditolak. Naik banding lagi ke Kepala Kasir. Dia menjelaskan bahwa kalo mereka menerima, voucher itu tidak bisa di- klaim di pusat karena cacat fisik maka mereka yang akan nombok nantinya.

Tentu saja saya tidak bisa menerima argumen itu. Sama kepala kasir-nya saya ditunjukan ketentuan di belakang voucher itu. Memang ada (point ke 5 atau 7) bahwa “voucher void bila kotor, sobek dst..”

Saya tetap yakin bahwa secara logika, yang dimaksud adalah bila sobekan-nya menyebabkan voucher tersebut tidak dapat di-identifikasi lagi. Bukan ’sobek’ yang seperti punya saya. Yang lucu-nya, terms and condition-nya ditulis dengan bhs Inggris dan Indonesia. Versi bahasa Inggris-nya adalah “dirty, un-readable ..” diterjemahkan menjadi “kotor, sobek..”

Anyway, Kepala Kasir-nya tetap menolak karena dia sudah coba menelepon supervisor-nya tetapi saya tetap ber-anggapan dia tidak mau repot dan mem-perjuang-kan voucher saya. Bagaimana saya yakin, yang di pusat toh tidak dapat melihat secara visual bagaimana kondisi voucher-nya, hanya mengandalkan bagaimana deskripsi si Kepala Kasir yang notabene sudah gak mau repot.

Akhirnya, saya bilang,”Ok. Saya tidak bakal merepotkan bapak. Cuma tolong bikinkan berita acara, tulis tanggal, nama, kontak, jabatan anda dan bahwa anda menolak voucher dengan nomer sekian.” Sepertinya dia berpikir saya cuma menggertak, dia balas meminta identitas, saya berikan aja. Mau kirim ke Surat Pembaca Kompas ya, pak?

Saya katakan, tidak. Saya tahu bahwa kans dimuat sangat kecil. Yang akan saya lakukan adalah memotret voucher tersebut dan mengirim email ke setiap orang yang saya kenal dan semua email Carrefour dan competitor-nya yang berhasil saya dapatkan, baik di Indonesia maupun LN. Biar mereka yang menilai kasus ini.

Voucher adalah sarana promosi dan memberikan cash-advance bagi perusahaan tersebut. Bila sobekan kecil saja, mereka berani menolak artinya perusahaan sebesar Carrefour ‘mengharapkan’ uang void.

Akhirnya saya tutup dengan final blow.. “Jika ada petinggi Carrefour Jakarta yang malu karena itu, bapak tahu kan kira-2 siapa yang akan di-korban-kan?”

Dia tertegun sejenak, kemudian berkata, “Coba saya telpon Pak “X:. Dari tadi gak masuk terus.” Dan seperti yang saya duga, kali ini sang Kepala Kasir men-deskripsikan voucher saya dengan sangat “berbeda”.

Anyway, saya hanya menaruh inisial tempat dan kepala-kasir tsb karena toh saya sudah mendapat hak saya. Cuma ingin share saja, kalo temen-2 ada yang merasa dirugikan karena kasus serupa, perjuangkan hak anda!

Terakhir, saya sempat keluarin HP buat motret, tapi buru-2 voucher saya di-masukan ke laci.

 

Just for sharing…

Diambil dari http://janganserakah.com         

Comment on “Celoteh: Pemenang kontes voucher Carrefour Rp 100 ribu”, by Tom.

6 comments:

Christian Widyaardja said...

wow. perjuangan bapak ok punya.
saya sangat setuju.

kemarin di taun 2013 ini, saya mengalami hal yang lain dari voucher ini.
saya punya voucher pecahan 500rb-an, bentuk kartu debet(yang baru).
saya berkeinginan menukar nya dengan pecahan 100rb-an. Notabene saya di tolak dengan alasan untuk aktifkan voucher nya harus ada uang cash.
Saya pikir sistem ini tidak masuk akal. hanya menukar dan voucher saya sama skali belum di gunakan.
saya hanya di anjurkan untuk menghubungi HO nya di Jkt.

tanpa panjang lebar saya akhiri pembicaraan dengan supervisor (bertatap muka dengan saya) dan saya langsung ajukan keberatan kepada Carrefour, dan saya buat surat ketidakpuasan saya, yang nantinya akan siap saya sebarkan kepada client2 carrefour yang secara sekarangsudah banyak sekali yang kecewa karena tidak bisa belanja dalam jumlah besar jika payment menggunakan voucher.

Anonymous said...

wah berguna banget ini,thanks banget pak..

yusri irfan said...

mau tanya mas. gue punya voucer carrefour pecahan seratus ribu dan masih di segel bungkus plastik. nah ini saya di kasih sama ibu sekitar tahun lalu. maksudnya aktivasi itu ketika pembelian atau ketika kartu mulai di sobek ya?

hasanuddin hasan said...

Konsumen harus berani..saya setuju dengan anda...Kereen...

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Restu Nurmalitasari said...

Saya mau nanya nih kalo misal saya ada voucher 500rb itu belum sobek cuma kotor sedikit apakah pihak carefour tidak mau menerima? Lumayan ya sebenernya 500rb.
Yang sudah pernah ngalamin tolong kasih komentar ya biar saya tau daripada nanti saya jauh jauh kesana hasilnya nihil.