Tuesday, June 17, 2008

Jalan-jalan ke Singapore - Part 3

Day 5 (June 14, 2008):

Hari ini kita pulang ke Jakarta. Jadwal pesawat Lion Air dari Changi airport ke Soekarno Hatta airport jakarta di tiket menunjukkan jam 16.45. Nah masih ada waktu kan sambil menunggu waktu berangkat pesawat...kemana ya...apa yang menarik lagi tapi gak jauh-jauh dari hotel? Jawabannya: Raffles Hotel! Yup, sebelum check out dari hotel (jam 12.00), kita langsung meluncur memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengagumi salah satu bangunan peninggalan sejarah di Singapore ini. Dari hotel, jalan kaki kira-kira 15 menit sudah sampai di depan Raffles Hotel.
Trus gimana, boleh gak masuk untuk sekedar lihat-lihat? Akhirnya PapiLukas juga yang diutus bertanya mewakili pasukan katak.
Di depan ada front boy keturunan India; sir, may we entering to the hotel just for sight seeing...? Yes, of course...but you should wear a long pant to enter the main building! Duh kampret!
Gw kan emang gak bawa celana panjang, alias semuanya celana pendek aja...yah gimana donk..? Gw bilang gw mau mengagumi keindahan bangunan hotel and mau photo-photo sedikit. Yeah, just wearing a long pant! Ngelihat saya agak shock, dia kasih jalan keluar gimana kalau MamiLukas aja yang kedalam and boleh photo-photo (cewek boleh pake short pant), ya udah jadilah emaknya si Lukas yang masuk kedalam, gw kasih deh D80 gw untuk hunting spot di dalam hotel.

Kami sisanya bertiga nunggu di luar. Agak lama, saya baru mikir, knapa si Lukas gak ikut aja ya..? Tapi si Lukas juga pake celana pendek...gw maju lagi deh nanya; kids also should wearing a long pant? Eh jawabannya; Kids ok, come...come...boy..! Si Lukas diem aje, padahal si front boy itu udah melambai-lambaikan tangan manggil si Lukas, hehe....si Lukas gak ngerti bhs. inggris! Selama di Singapore, si Lukas bingung, knapa orang-orang bicaranya pake bhs. jepang? (dia bilang bahasa asing itu bhs. jepang), papinya juga pake bhs. jepang segala..? Bingung dia....
Ayo, Kas sana ikut sama om cari Mami di dalam gedung, gw bilang....baru dia mau jalan hehe...
Lama juga Lukas and Maminya photo-photo didalam, trus gw lihat kok ada orang pake celana pendek bisa masuk dari samping hotel? Nanya lagi deh, kok orang itu boleh?! O boleh asal jangan masuk ke dalam gedung yang ini!
O, ternyata masuk ke Raffles hotel, orang luar bebas aja, boleh juga photo-photo tapi kalau gedung utama yang di depan harus pake long pant alias celana panjang.
Ya udah, habis MamiLukas keluar, kita sama-sama masuk lagi deh lewat samping untuk lihat-lihat hotel. Ini ada beberapa shotnya, semoga berkenan.

Raffles Hotel tampak dari depan.

Bagian dalemnya bangunan utama, cowok harus pake long pant untuk masuk kesini.

Ini juga ada di bangunan utama.

Nah, kalau di sini pengunjung bebas-bebas aja....


Antik ya Raffles Hotel..?!

Lukas di Raffles Hotel.


Di bar taman ini kita bisa juga pesan Singapore Sling. Harganya S$22 untuk minumannya aja.Kalau sama gelasnya untuk souvenir harganya jadi S$27. Lebih murah loh dari pada di Long Bar 2nd storey.

Kelihatan bar tamannya..?


Ini dia Long Bar Raffles Hotel yang sangat terkenal itu. Adanya di 2nd storey (lantai 2). Disinilah Singapore Sling pertama kali dibuat oleh bartendernya, yang kemudian menjadi salah satu minuman beralkohol terkenal di dunia. Singapore Sling disini harganya S$25.9

Secret recipe of Singapore Sling. Rasanya...muantaap, segeerr.

Petunjuk ke Long Bar.

Sisi luar Raffles Hotel.

Pedestarian di pinggir Raffles Hotel.

Mejeng dulu ah....

Raffles Hotel bagian belakangnya.

Balik dari Raffles Hotel, ke NSS hotel nembak yang ini deh...the baloon.

Setelah check out, kita cari makan siang. Rice with porky or roasted duck (ada juga hainamese rice with chicken) rata-rata S$2.5~3 seporsi, ada disekitar Bugis. Yang dimangkok itu porky soup dengan sawi asin cina S$2, disajikan panasss...bukan hangat loh! Rasanya muantaap, segarr......

Ini laksa, S$3, wuih pedesnya amit-amit! O ya, disebelahnya itu adalah teh (S$0.8). Iya, masa kita pesen teh... eh, yang dateng malah teh susu...udah berapa kali kayak gitu. Tapi gw suka rasanya, eksotik...n' rasa tehnya masih terasa banget.

Taksinya orang Singapore. Sorry, kita gak ada pengalaman naik kendaraan ini karena kita gak pernah naikin...hehe....

Singaporean apartment. Diambil dari MRT station Tanah Merah (EW4) mau ke Changi airport. Kalau mau ke Changi, harus transfer dulu di Tanah Merah walaupun sama-sama East West line (Green Line).

Nyampe deh di Changi, mejeng dulu, trus ke MRT ticket counter untuk merefund EZ link cardnya. EZ link card value yang tidak digunakan bisa di refund di ticket counter.

Si Lukas pegang sendiri and gesek sendiri MRT cardnya.

Baru masuk Changi airport.

Changi airport.

The backpackers team.

Loket GST refund. Kita bisa me-refund pajak-pajak pemerintah Singapore yang dibebankan ke kita. Tapi untuk GST hotel dan restoran gak bisa direfund! Aneh ya.?! Untuk GST shopping juga yang nilai belanja-annya diatas S$100 yang bisa direfund taxnya. Kalau dibawah nilai itu, ya gak bisa!

What are they doing now? Shall we go home..? I'm so tired.

Jualan aroma therapi dan sejenisnya di Changi airport.

Asyiknya di Changi airport ada tempat mijit kaki gratis. Lumayanlah, setelah jadi backpacker 5 harian.

Air minum untuk umum, banyak ditemui di Changi airport. O ya, semua bekal minuman kita harus rela dibuang sebelum masuk ke pesawat. Katanya untuk alasan safety berhubung cairan bisa jadi dipakai untuk bahan peledak (biasa dipake teroris).

Dari kabin Lion Air Boeing 737-900ER, Singapore Changi - Soekarno Hatta Jakarta.
Selesai sudah liburan kita kali ini....capek deh...!!

Catatan pengeluaran total (5 hari, 4 malam): S$788 + Rp 4.905.000,-
Kalau di rupiahin, kira-kira Rp 10.295.000,- (all in)
Sudah termasuk biaya pengurusan paspor (3 buku, @Rp 270 rb), fiskal, tiket pesawat Air Asia Jakarta-Batam untuk 3 seat+ 1 infant: Rp 1.093.200,- dan tiket pesawat pulang (Lion air) dari Changi Singapore-Jakarta: Rp 2.527.000,- (3 seat+ 1 infant, cheapest at that time).
Catatan pengeluaran detil:
Day 1
- Taxi dari rumah (Kemanggisan) - airport : Rp. 70.000,- Tol : Rp. 15.000,-
- Airport Tax : Rp. 90.000,- Bagasi Air Asia : Rp. 15.000,-
- Taxi dari airport Hang Nadim ke penyeberangan ferry Batam Center:
Rp. 60.000,-
- Fiskal untuk 2 orang (anak free) : Rp. 1.000.000,-
- Ferry Pinguin PP incl. Sing tax : 2 adult x S$ 27 + 2 child x S$ 24,
cat: kalau beli di Hang Nadim, bisa lebih murah S$ 2 per tiketnya
- Perdana Ez Link 1 adult/2 child S$ 27
- Reload 4 voucher Ez Link S$ 40
- Mc. Donald S$ 10.50
- Nasi hainam+ Mie rebus S$ 7
- Air mineral S$ 3.30
- Makan malam S$ 7
- Air mineral + roti + srikaya S$ 9.10
Day 2
- Makan siang: Mie 2 x 2.50= S$ 5.00, nasi S$ 2.00, teh 2 x 0.90= S$ 1.80
- Bacang di Bugis S$ 2.50
- Belanja di Carrefour air mineral 2, juice, susu, permen, roti S$ 19.05
- Bacang di Carrefour 2= S$ 3.20 (lebih murah dari di Bugis tapi jauh lebih
enak Bugis...)
- Makan malam S$ 6.00
- Duren S$ 5.00 (duren Malaysia)
- Plastik Carrefour 2= S$ 0.20 (Yap, kantong plastik di Carrefour Singapura
kudu kita bayar @S$ 0.10)
Day 3
- Makan siang: mie S$ 3.00, nasi Briyani S$ 5.00, teh India 2 x 0.60=
S$ 1.20, roti cane 2 x 0.80= S$ 1.60
- Aqua + roti S$ 3.80
- KFC S$ 3.00
- Tiket Zoo + Jurong Bird Park S$ 87.50
- Beli souvenir di Mustafa Center S$ 98.00
- Sentosa train ticket 2 adult S$ 6
- Air mineral di Sentosa Island S$ 3.50 (muahalll )
- Makan malam S$ 3.30
- Air mineral + mie instant S$ 3.50
Day 4
- Mie instant S$ 2.00
- Air mineral + selai S$ 4.55
- Makan siang: nasi 2 S$ 6.60
- Es cream cornetto S$ 3.50 ( di Jakarta bisa beli 3 cornetto nih)
- Ba pao S$ 0.80
- Ez Link card reload S$ 10.00
- Makan malam S$ 9.10
- Minum 2 teh S$ 1.80
- Air mineral dll S$ 4.15
- Duren 2 box S$ 5.00
Day 5
- Hotel 5 days/ 4 nights + tax: S$ 256.80
- Makan siang: nasi + soup S$ 7.00, laksa S$ 3.00, minum 2 S$ 1.80
- Kue lobak 2 S$ 1.80
- Taxi airport Soekarno Hatta - Kemanggisan Rp. 75rb (incl tol +
airport charge)

* * * *

Kesan-kesan mengenai Singapore:
Pertama, sistem transportasinya sangat bagus, modern, dan diselenggarakan dengan sangat baik. Tidak banyak ruas jalan yang macet saya temui selama di Singapore.
Kedua, bersih. Dimana-mana pada umumnya relatif bersih, tidak banyak kotoran dan sampah.
Ketiga, hijau. Walaupun negara kota, tetapi saya merasa adem, banyak pepohonan dan taman, tidak gersang, walau udara panas tropik, tapi angin sejuk semilir....apa sih...?!
Keempat, banyak burungnya! Apaan coba...? Tapi emang iye, banyak burung-burung liar spt kutilang, murai, gagak, perkutut, dll. Sepertinya sepele, tapi kok kita merasa ada di dunia peradaban yang baik kalau lihat burung-burung bebas beterbangan di taman-taman, pohon-pohon, bahkan di jalanan. Gak ada yang usil nangkepin untuk di goreng di rumah, hehe...
Kelima, teratur. Apa-apa sepertinya sudah teratur. Tidak semrawut, ada kesan disiplin dan kesadaran masyarakatnya terhadap hukum, lingkungan, dan cara bermasyarakat.
Keenam, modern. Singapore sangat kental dengan nuansa modern. Di mall, di airport, gadget yang mereka pakai, dsb.
Ketujuh, terawat. Gedung-gedung tua, rumah-rumah lama, pokoknya yang kuno-kuno bisa ya terawat apik dan tidak terbengkalai, alias masih tetap digunakan. Jadinya asyik aja ngelihatnya....
Kedelapan, keanekaragaman penduduknya. Chinese, Melayu, India, Western people, Japanese, Arabian, Korean, Thai, Philipines, berbaur dan mudah ditemui dimana saja. Kayaknya cuma orang Afrika aja yang jarang saya temui selama disana.
Kesembilan, mahal. Harga-harga di Singapore umumnya 2~3 kali lipat harga-harga di Jakarta, yah untuk makanan, pakaian, transport, etc.
Kesepuluh, ramah. Iya, gak boong...bukan isapan jempol! Sebelumnya memang saya denger orang-orang Singapore itu gimana gitu....no care, angkuh, ataupun not welcome, tapi kayaknya enggak juga! Saya pernah buka-buka peta dijalanan, malam-malam, trus ada bapak-bapak Chinese yang nyamperin (padahal dia sebenarnya agak jauh dari kita, emang sengaja nyamperin), dia bilang; hallo, you guys seems lost in the city, anything I can do for you...? Buat saya ini sangat beda even dibandingkan dengan di Jepang sekalipun, kalau di Jepang mana ada yang kayak gitu, cuek aja, kecuali kalau kita yang pertama ngomong need help. Kalau di Jakarta gimana...??! Saya bilang; O, it's ok sir, we're just want to decide where to go among this interesting place to the another one. Are you sure...? Yes, we're fine, thank you. Ok, have a nice day....Trus ada lagi, di warung nasi chinese food, ada juga bapak-bapak yang selalu "in touch" sama si Lukas atau si Timmy. Mungkin dia senang sama anak-anak kali ye...kita beberapa kali makan disitu. Trus lagi, dibandara ada nenek-nenek (Chinese) senyum-senyum ramah and ngajak chat kita. Dia cerita kalau anaknya lagi diving ke Bali, dan cucunya dititipkan ke dia. Dia cerita aja terus...terakhir sebelum pisah gw bilang aja sama si Lukas; Kas...say bye-bye to granma....bye-bye granma...!! Anak-anak mudanya juga sopan and ramah selama di MRT ataupun didalam bus, kita kan bawa-bawa stroler masuk ke MRT atau bus selama disana. Jadinya agak mengganggu, tapi gak ada tuh yang protes atau berpandangan sinis. Semuanya simpatik. Malah kadang ada yang mencoba in touch ke anak-anak. Belum lagi cerita mengenai nonton Song of The Sea gratis, pokoknya mereka jauh lebih beradablah dibandingkan kita. Apa boleh buat....!
Kesebelas, English speaking. Singlish, Singapore sling lah...!

Singapore Sling.

6 comments:

Johan Rusli said...

wuih....lengkap dan detail banget neh cerita perjalanannya....jadi kalo bole tau total nya berapa ya selama di singapore itu? keep blogging ya...

papilukas said...

Kan ada pak saya tulis sebelum catatan pengeluaran detil. Jadi total pengeluarannya kalo dirupiahin rate saat itu Rp 10.295.000 sudah semuanya, termasuk buat paspor (3 buku).

Adi said...

satu kata mutlak : SERU !!!

Kayaknya baru kali ini deh baca jurnal perjalanan selengkap dan se-detail punya Papi Lukas .. Seru banget bisa bacpacking sekeluarga dan meng-explore hampir seluruh penjuru Singapura dalam waktu 5 hari .. ck ck ck !!! Dan saya setuju dengan semua komentar yang diberikan Papi Lukas tentang Singapura ...

Jadi terinspirasi pengen backpacking ke Singapura juga nih .. :)

Meilani Siska said...

to papilukas,

saluto to jurnalnya, detail bgt, jd bs bt referensi nih klo mo ke sin, btw mo ty dong, rencana aku mo liburan jg sm keluarga ke sin, kira2 okt, ada suggestion hotel ga yg bagus untuk keluarga terutama bt anak2, tdnya mo nginep di nss jg, tp ternyata udh ga beroperasi lagi... barangkali papilukas py referensi, mau dishare dong...

ditunggu ya, thanks a bunch...

papilukas said...

To Mbak Meilani Siska,
Maret tahun depan saya juga mau ke S'pore lagi bareng pasukan rumah, tiket sdh on hand by air asia :-). Sayang ya NSS hotel sudah gak beroperasi lagi, saya juga mulai nyari2 yang confortable buat keluarga tapi murah.
Coba mbak mampir di blognya Pak Budi Sulis,
http://budisulis.wordpres.com
banyak referensi penginapan (hotel atau apartemen) yang murah tuh...patut dicoba. Rgrds

yenk said...

sy yg sering ke sg pun tetap kagum dgn cerita perjalanan keluarga anda...

btw sy dpt link anda dr kaskus.. :)