Wednesday, January 23, 2008

Tokyo

Dua hari disekitar Tokyo, tidak terlalu banyak yang bisa dikatakan disini. Kami ke Tokyo dalam rangka study tour untuk kunjungan ke Panasonic Center, Kuil Asakusa, dan pabrik Mori Seiki di Chiba.
Yah, Tokyo adalah kota besar yang sangat padat, jalan-jalan relatif lebih macet dibanding kota lainnya di Jepang. Tapi kesan bahwa Tokyo adalah kota paling mahal untuk kehidupan sehari-hari tidak saya temui selama saya disana, sebaliknya justru tiket subway di Tokyo adalah yang termurah di seluruh Jepang! Kalau bisa dibandingkan dengan jarak yang sama antara Tokyo dan Osaka adalah kira-kira:
Tokyo, Kita Senju - Harajuku = 190 yen (30 minutes). Tokyo subway one day ticket = 740 yen.
Osaka, Abiko - Shin Osaka = 310 yen (30 minutes). Osaka subway one day ticket = 850 yen.
Jaringan subway di Tokyo adalah yang terumit di Jepang (mungkin juga di dunia), sangat padat!
Harga makanan, normal saja. Hampir sama dengan di Osaka (tentu bukan di daerah Ginza dan sejenisnya!). Tips untuk cari makanan yang murah biasanya di dekat stasiun kereta, banyak restoran-restoran makanan Jepang dsb. Saya pernah makan udon sambil berdiri (gak ada tempat duduknya) hanya 350 yen sudah kenyang! Mungkin di Tokyo yang paling mahal adalah biaya akomodasinya.

Osaka Subway Map.

Tokyo Subway Map.

Naik Shinkansen Nozomi dari Tokyo ke Shin Osaka.



Tokyo in a glance. Gedung yang ada bunderannya itu adalah Fuji Television.


Di Mori Seiki - Chiba Plant. Mereka mengibarkan bendera Indonesia - Jepang.

Panasonic Center Tokyo. Mereka juga mengibarkan Merah- Putih dan Nippon Maru.

Patung ini adanya di Harajuku.


Di kuil Asakusa.

Me - Hideo Noguchi - Malynda Tokuru

Indonesia - Japan - Solomon Island.

We talk a lot here in Asakusa temple. Hideo-san was spent his childhood near the Asakusa Temple, and Malynda-san stay in Osaka for studying Hotel Management or something like that.. She has had almost 8 months in Japan when I met her in Asakusa, Jan 9' 08.